JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil mengendus dan membongkar praktik cerdik peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Guna mengelabuhi petugas dan masyarakat, jaringan ini mengadopsi modus operandi unik dengan memanfaatkan media iklan stiker “Sedot WC” sebagai penanda koordinat penyimpanan barang haram.

Operasi senyap ini berhasil dieksekusi oleh personel Unit 1 Subdirektorat 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Pengungkapan bermula dari adanya laporan intelijen tepercaya mengenai rencana transaksi pasokan narkoba skala sedang di perimeter Kecamatan Cipayung pada awal Juni 2026.

Bergerak cepat mendalami informasi, tim melakukan pengintaian dan survei berlapis di lapangan hingga berhasil mengunci pergerakan seorang pria terduga kurir yang tengah berdiri mencurigakan di depan sebuah rumah kontrakan.

“Kami melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi hingga berhasil mengidentifikasi target yang berada di depan kontrakan,” jelas Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ipda Gandi Rezeki Sinaga, Rabu (17/6/2026).

Polisi Sita Ratusan Gram Sabu dan Tembakau Sintetis

Saat disergap tanpa perlawanan, petugas langsung melakukan penggeledahan badan serta menyisir isi rumah kontrakan yang dihuni pelaku. Dari hasil penggeledahan tersebut, korps bhayangkara sukses mengamankan gudang logistik narkoba siap edar dengan rincian barang bukti meliputi:

  • 1 kantong plastik klip transparan berisi sabu seberat 102,45 gram.

  • 17 buah sedotan plastik kecil yang sudah diisi paket sabu siap pakai.

  • 15 gram tembakau sintetis (gorilla tobacco).

  • 6 botol cairan konsentrat bibit sintetis.

  • 2 unit timbangan digital presisi tinggi.

  • 2 unit telepon genggam (smartphone) sarana komunikasi, serta tumpukan plastik klip kosong.

Mekanisme Transparansi Sistem Tempel Iklan Liar

Ipda Gandi memaparkan, berdasarkan hasil interogasi sementara, komplotan ini memutus rantai transaksi konvensional dengan menerapkan metode “tempel”. Antara bandar, kurir, dan pembeli tingkat bawah sama sekali tidak pernah bertatap muka ataupun saling mengenal (cell terputus).

Kurir hanya bertugas meletakkan paket narkoba di tempat-tempat tersembunyi yang acak di sepanjang jalan umum. Agar pembeli tidak salah mengambil, kurir menempelkan stiker jasa “Sedot WC” palsu pada tiang listrik, kotak boks utilitas, atau pohon terdekat sebagai penunjuk arah atau kode koordinat.

“Modus yang digunakan pelaku adalah memasang stiker sedot WC di tiang atau pohon sebagai kode lokasi penyimpanan narkotika,” beber Gandi secara detail.

Hingga saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti bernilai ratusan juta rupiah tersebut telah dikarantina di markas Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik menegaskan fokus kerja saat ini adalah melakukan pengembangan digital forensik pada ponsel pelaku guna melacak identitas bandar besar yang menyuplai bahan baku serta memburu kaki tangan lainnya yang disinyalir masih berkeliaran di area Jakarta Timur.