PANDEGLANG – Kondisi jalan rusak di Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, kembali memicu keresahan warga. Di tengah kekecewaan tersebut, sebuah video lama yang menampilkan Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Iing tampak memaparkan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap.

Viralnya kembali video ini menjadi simbol “tagihan politik” dari masyarakat. Warga menilai pernyataan tersebut kini terasa hambar jika tidak dibarengi dengan aksi konkret di lapangan. Bagi masyarakat Cikeusik, janji yang terucap di masa lalu diharapkan segera bertransformasi menjadi aspal yang layak.

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Sudah lama kondisinya rusak dan menjadi keluhan masyarakat. Sekarang yang ditunggu bukan lagi janji, tetapi realisasi,” ujar salah seorang warga Cikeusik dengan nada kecewa.

Akses Vital yang Terisolasi

Jalan di Desa Leuwibalang bukan sekadar jalur penghubung biasa. Bagi warga setempat, jalan tersebut adalah urat nadi ekonomi. Kondisi kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini secara langsung memukul daya beli warga karena menghambat distribusi hasil tani dan perkebunan.

Selain sektor ekonomi, kerusakan infrastruktur ini juga menciptakan efek domino yang merugikan sektor lain:

  • Pendidikan: Siswa mengalami kesulitan akses menuju sekolah.

  • Kesehatan: Mobilisasi menuju pusat pelayanan kesehatan terhambat.

  • Pelayanan Publik: Mempersulit akses warga terhadap urusan pemerintahan.

Sinyal untuk Percepatan Pembangunan

Munculnya kembali rekaman pernyataan Wabup Iing di berbagai platform media sosial memicu gelombang diskusi publik. Banyak warga membandingkan narasi di dalam video dengan kondisi jalan yang hingga kini masih penuh lubang dan sulit dilalui.

Masyarakat kini mendesak adanya transparansi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait jadwal perbaikan serta kepastian alokasi anggaran. Warga juga berharap ada langkah konkret dari Pemkab Pandeglang untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, mengingat besarnya tantangan pembangunan di wilayah selatan Pandeglang.

“Kalau jalannya bagus, ekonomi bergerak. Anak-anak lebih mudah berangkat sekolah, masyarakat juga lebih nyaman beraktivitas. Itu yang kami harapkan,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, jalan rusak di Leuwibalang masih menjadi potret infrastruktur yang mendesak untuk segera disentuh perbaikan. Video viral tersebut kini menjadi pengingat bagi pengambil kebijakan bahwa kesabaran masyarakat memiliki batas dan janji politik memiliki masa kedaluwarsa yang akan terus ditagih oleh publik.