BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Job Fair Bogor 2026 di Vivo Mall Sentul pada Rabu (5/8/2026). Acara ini berlangsung selama dua hari untuk menekan angka pengangguran daerah.
Data BPS mencatat jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor masih menembus 218 ribu orang. Kondisi ini memicu Pemkab Bogor bergerak cepat menyediakan solusi kerja nyata.
Ribuan pencari kerja mendatangi lokasi pameran sejak pagi hari. Para pelamar rela mengantre panjang demi menyerahkan berkas lamaran ke meja rekrutmen.
Target Serap Ribuan Tenaga Kerja Baru
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung pelaksanaan Job Fair Bogor 2026 tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Pemkab merangkul puluhan perusahaan swasta untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Kami menghadirkan 53 perusahaan dengan 221 posisi jabatan. Total kebutuhan tenaga kerja mencapai 6.056 orang,” kata Rudy Susmanto.
Rudy meminta Disnaker Bogor memaksimalkan program Bogor Career Center. Langkah ini bertujuan agar Pemkab terus berkolaborasi dengan dunia usaha setiap minggu.
Peluang Terbuka Tanpa Diskriminasi
Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Nana Mulyana memastikan bahwa ajang Job Fair Bogor 2026 ini bebas diskriminasi. Pihaknya membuka kesempatan pelamar dari wilayah Jabodetabek.
“Perusahaan memilih pelamar murni berdasarkan kompetensi individu. Kami berharap acara ini mampu menekan angka pengangguran secara bertahap,” ujar Nana.
Langkah Pemkab Bogor membuka ribuan lowongan kerja memang patut mendapat pujian. Namun acara pameran tahunan seperti ini tidak bisa menyelesaikan akar krisis pengangguran. Disnaker Bogor wajib memantau hasil perekrutan secara berkala. Perusahaan tidak boleh sekadar mengumpulkan berkas lamaran tanpa ada realisasi penyerapan tenaga kerja secara transparan.
