oleh

Jeda Libur Sekolah, SPPG Sindanglaya 2 Manfaatkan Waktu untuk Peningkatan Kualitas Layanan

banner 468x60

PANDEGLANG – Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang resmi menghentikan aktivitas operasional untuk sementara waktu. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 yang menyesuaikan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kalender libur pendidikan.

Namun, masa jeda ini tidak disia-siakan oleh para pengelola dapur. Dapur SPPG Sindanglaya 2 yang berlokasi di Kecamatan Pagelaran, di bawah manajemen Iin Muhlisin, justru menggunakan momen ini untuk melakukan evaluasi dan pembenahan besar-besaran terhadap fasilitas produksi agar pelayanan menjadi lebih prima saat sekolah kembali dibuka.

banner 336x280

“Kami memanfaatkan masa libur sekolah ini untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan. Tujuannya agar saat program kembali berjalan, seluruh proses produksi dan distribusi makanan dapat dilakukan dengan lebih baik, aman, dan sesuai standar yang berlaku,” ujar Iin Muhlisin, Rabu (24/6/2026).

Fokus Pembenahan Sarana dan Prasarana

Manajemen SPPG Sindanglaya 2 melakukan serangkaian perbaikan infrastruktur guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi. Beberapa poin utama dalam pembenahan tersebut meliputi:

  • Optimalisasi Layout Produksi: Penataan ulang tata letak dapur guna menciptakan alur kerja yang lebih higienis dan efisien, serta meminimalkan risiko kontaminasi silang.

  • Penguatan Sanitasi: Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

  • Peningkatan Kenyamanan Kerja: Pemasangan pendingin ruangan (AC) di area kerja utama untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil bagi kualitas bahan makanan dan kenyamanan staf.

  • Modernisasi Peralatan: Pengadaan mesin pengupas telur, meja stainless steel baru, serta mesin pencetak stiker untuk menunjang efisiensi operasional dan sistem pelabelan yang lebih akurat.

Kualitas Proses sebagai Kunci Utama

Iin Muhlisin menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari kuantitas makanan yang disalurkan, melainkan juga dari kualitas proses produksinya. Dengan peralatan yang lebih memadai dan alur kerja yang tertata, manajemen optimis dapat menjalankan SOP yang lebih ketat.

Langkah inovatif yang dilakukan oleh SPPG Sindanglaya 2 ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit SPPG lainnya di Kabupaten Pandeglang. Dengan fasilitas yang lebih mumpuni dan ramah lingkungan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas asupan gizi yang diterima peserta didik akan semakin meningkat saat distribusi kembali dilakukan pasca masa libur sekolah.

banner 336x280
Baca Juga  Lapuk dan Bocor Saat Hujan, Keluarga Pekerja Serabutan di Panimbang Pandeglang Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *