
PANDEGLANG – Potret ketimpangan sosial dan keterbatasan akses hunian layak masih membelit sebagian masyarakat kecil di Kabupaten Pandeglang. Di tengah bergulirnya berbagai program pengentasan kemiskinan, keluarga Sukri, warga Kampung Soge Timur RT 004/RW 010, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, harus menelan pil pahit bertahan hidup di dalam rumah kayu yang sudah lapuk dan hampir roboh.
Kondisi prihatin ini terkuak saat awak media bersama Tim Relawan Peduli Pandeglang melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (20/7/2026). Bangunan yang dihuni Sukri bersama istri, anak-anak, dan keluarganya tersebut terpantau mengalami kerusakan struktur yang sangat masif.
Atap Bocor Bahayakan Keselamatan, Relawan Desak Verifikasi RTLH
Di lokasi kejadian, sebagian besar kayu penyangga atap rumah terlihat telah lapuk dan rawan ambruk. Ketika hujan deras mengguyur kawasan Panimbang, air hujan langsung menerobos masuk membasahi lantai tanah serta area tempat tidur keluarga tersebut.
Relawan Peduli Pandeglang, Rio, menegaskan bahwa kondisi kediaman Sukri sudah jauh dari kata layak dan sangat membahayakan keselamatan para penghuninya jika angin kencang atau hujan lebat melanda.
“Kondisi rumah Pak Sukri sudah sangat rapuh. Atapnya bocor di mana-mana sehingga saat hujan, air langsung membasahi tempat tidur. Ini butuh penanganan darurat. Kami berharap pemerintah desa, instansi terkait, TKSK, dan pendamping desa segera melakukan pendataan objektif agar keluarga beliau diprioritaskan mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” tegas Rio.
Kerja Serabutan, Sukri: Jangankan Memperbaiki Rumah, Makan Saja Susah
Di sisi lain, Sukri mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan. Keterbatasan ekonomi menjadi tembok besar yang menghalanginya untuk melakukan pembenahan rumah secara mandiri. Sebagai kepala keluarga yang hanya mengandalkan pekerjaan buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu, fokus utamanya setiap hari murni hanya untuk menyambung hidup dapur keluarganya.
“Jangankan untuk memperbaiki atau membeli bahan bangunan rumah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja kami masih sangat kesulitan. Penghasilan saya tidak menentu karena hanya kerja serabutan apa saja yang ada,” bisik Sukri lirih.
Sukri dan sang istri sangat berharap jeritan hatinya dapat mengetuk pintu kepedulian Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Dinas Perkim, maupun para dermawan agar kediamannya dapat tersentuh program bantuan RTLH.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Desa Panimbangjaya maupun Kecamatan Panimbang terkait status pendataan dan rencana alokasi bantuan bagi keluarga Sukri.














Komentar