LEBAK – Harapan ratusan warga penyintas bencana banjir bandang Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, untuk dapat segera menempati Hunian Tetap (Huntap) kini kian mendekati kenyataan. Pasalnya, pengerjaan pengerasan jalan menuju lokasi Huntap yang digarap Pemerintah Provinsi Banten dilaporkan hampir rampung sepenuhnya.
Proyek infrastruktur jalan yang sebelumnya sempat tertunda tersebut kini sudah menunjukkan progres signifikan, sehingga jalur transportasi material bangunan diperkirakan siap dilalui dalam waktu dekat.
Progres Jalan Capai 90 Persen, Jalur Pengangkut Material Segera Buka
Zaenudin, salah seorang perwakilan warga hunian sementara (Huntara), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada jajaran Pemerintah Provinsi Banten atas percepatan penyelesaian akses jalan utama tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Senin (3/8/2026), proses pengerasan jalan telah menyentuh angka 90 persen dan ditargetkan tuntas 100 persen dalam pekan ini.
“Kami mewakili warga Huntara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten yang telah membantu mempercepat pengerasan jalan. Dengan rampungnya akses ini, kendaraan pengangkut material bangunan bisa melintas tanpa hambatan,” ujar Zaenudin.
+------------------------------------------------------------------------+
| Status Progres Penanganan Huntap Cigobang |
+------------------------------------------------------------------------+
| Pematangan Lahan : Selesai 100% (Oleh Pemkab Lebak) |
| Akses Jalan : Capai 90% / Rampung Minggu Ini (Oleh Pemprov Banten) |
| Tahap Lanjutan : Menunggu Konstruksi Fisik (Kementerian PKP) |
| Sasaran Penerima : Penyintas Banjir Bandang Lebakgedong 2020 |
+------------------------------------------------------------------------+
Warga Minta Kementerian PKP Tak Lagi Tunda Pembangunan
Selesainya penataan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak dan pengerasan jalan oleh Pemprov Banten dinilai warga telah menghilangkan seluruh kendala teknis infrastruktur di lapangan.
Oleh karena itu, masyarakat mendesak Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di tingkat pusat untuk segera merealisasikan pembangunan unit rumah Huntap yang telah dinantikan sejak musibah banjir bandang melanda pada tahun 2020 lalu.
“Kami meminta kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian PKP, agar tidak lagi melontarkan alasan untuk menunda pembangunan Huntap. Jalan sudah siap dan lahan sudah matang. Kami berharap pembangunan rumah yang layak dan aman bagi masyarakat penyintas bencana dapat segera dimulai,” tegasnya.
