oleh

Gedor Mental Siswa Baru SMAN 1 Banjarharjo: Polisi Warning Keras Soal Knalpot Brong hingga Bullying!

BREBES – Polsek Banjarharjo Polres Brebes tidak mau kecolongan dengan maraknya aksi kriminalitas jalanan yang melibatkan anak di bawah umur. Memanfaatkan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Banjarharjo, aparat kepolisian langsung mendatangi ratusan siswa kelas X untuk memberikan peringatan keras.

Aparat menyoroti tiga dosa besar remaja yang kerap merusak masa depan: tawuran, perundungan (bullying), dan tren modifikasi knalpot brong yang bising.

Polisi Buka-Bukaan Soal Bahaya Narkoba dan Penjara

Kanit Binmas Polsek Banjarharjo, Aipda Indra Aprianto, yang memimpin langsung sesi edukasi di Aula Sekolah, menolak berbasa-basi. Ia langsung membeberkan bagaimana lingkaran setan narkoba dan aksi tawuran bisa menyeret para pelajar ke dalam sel tahanan.

Indra mengingatkan bahwa hukum tidak memandang bulu bagi siapa saja yang nekat mengonsumsi atau mengedarkan barang haram tersebut. Untuk memperkuat mental para siswa baru, polisi juga memutar video dokumenter yang memperlihatkan hancurnya masa depan para pelaku kenakalan remaja akibat jeratan pidana.

Stop Gaya-Gayaan! UU Lalu Lintas Intai Pengendara Ugal-Ugalan

Selain masalah narkoba, polisi juga menyoroti kebiasaan buruk pelajar yang kerap berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya. Aipda Heru Riawan secara khusus menegaskan larangan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar teknis.

Polisi mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara jelas melarang penggunaan knalpot bising yang mengganggu ketertiban umum. Heru meminta para siswa baru mengubah pola pikir agar tidak menganggap gaya berkendara yang melanggar hukum sebagai sebuah keren-kerenan.

Kapolsek Tegaskan Tindakan Preventif Sebelum Terlambat

Kapolsek Banjarharjo, AKP Ahmad Su’udi, menyatakan bahwa jajarannya sengaja mengintensifkan pembinaan ke sekolah-sekolah untuk memotong ruang gerak geng motor dan pelaku kriminalitas remaja. Polisi memprioritaskan langkah pencegahan ini agar para pelajar fokus mengejar prestasi akademik.

“Kami ingin melalui kegiatan ini para pelajar mampu menjadi generasi yang berkarakter, menjauhi tawuran, bullying, penyalahgunaan narkoba, serta senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Ahmad Su’udi.

Inisiatif Polsek Banjarharjo menyisir sekolah-sekolah saat MPLS memang patut kita dukung demi menekan angka tawuran antarpelajar di Brebes. Namun, ceramah hukum selama beberapa jam di aula tidak akan mempan jika lingkungan sekitar dan orang tua abai. Sekolah harus berani menjatuhkan sanksi tegas seperti drop out (DO), dan polisi wajib rutin merazia motor-motor berknalpot brong di parkiran sekolah jika ingin aturan ini benar-benar dipatuhi.