oleh

Penyebab Kematian Syafiq Pendaki Gunung Slamet Terungkap, Hasil Visum: Meninggal Sejak 15 Hari Lalu

PURBALINGGA – Teka-teki mengenai penyebab dan waktu pasti meninggalnya Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, akhirnya menemui titik terang. Hasil pemeriksaan medis mengungkap fakta yang berbeda dari perkiraan awal Tim SAR.

Berdasarkan hasil visum dari tim medis RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada Kamis (15/1/2026), Syafiq dinyatakan telah meninggal dunia sekitar 15 hari yang lalu. Hal ini berarti korban mengembuskan napas terakhirnya hanya beberapa hari setelah dilaporkan hilang pada akhir Desember 2025.

Hasil Visum: Patah Tulang Paha dan Tanpa Tanda Kekerasan

Dokter RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, dr. Gunawan S, menjelaskan bahwa kondisi jenazah saat tiba di rumah sakit menunjukkan proses dekomposisi yang sudah berlangsung lama.

“Dari hasil pemeriksaan luar, korban sudah meninggal dunia 15 hari yang lalu,” ujar dr. Gunawan.

Lebih lanjut, tim medis menemukan adanya cedera fisik yang cukup serius pada tubuh remaja tersebut. “Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Namun, ditemukan adanya patah tulang paha sebelah kiri pada tubuh korban,” tambahnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan otopsi lebih lanjut.

Koreksi Dugaan Awal Tim SAR

Sebelumnya, saat jenazah ditemukan di kawasan Watu Langgar (Punggungan Gunung Malang), Tim SAR gabungan sempat memperkirakan korban meninggal sekitar 4-5 hari sebelum ditemukan. Dugaan ini didasarkan pada pengamatan fisik secara kasat mata di medan pendakian.

Namun, fakta medis mengoreksi asumsi tersebut. Syafiq diduga tidak mampu bertahan lama di tengah cuaca ekstrem dan kondisi cedera patah tulang setelah ia terpisah dari rekannya.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi Dramatis

Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat, memaparkan rincian proses evakuasi yang berlangsung penuh tantangan:

  1. Rabu, 14 Januari 2026 (08.00 WIB): Jenazah ditemukan di Pos 9 Gunung Slamet. Evakuasi tertunda karena cuaca buruk dan medan yang berbahaya.

  2. Kamis, 15 Januari 2026: Tim SAR gabungan (Basarnas, Polri, BPBD, dan relawan) melakukan evakuasi secara estafet melalui jalur Gunung Malang.

  3. 14.10 WIB: Jenazah tiba di Basecamp Desa Serang, Kecamatan Karangreja, di tengah guyuran hujan yang membuat jalur menjadi licin.

Kilas Balik: Niat Mulia Mencari Bantuan yang Berujung Tragedi

Tragedi ini bermula saat Syafiq dan rekannya, Hirmawan Haidar Bahran, mendaki melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025).

Di tengah perjalanan, Hirmawan mengalami cedera. Sebagai bentuk kesetiakawanan, Syafiq memutuskan untuk turun terlebih dahulu demi mencari bantuan bagi temannya. Nahas, Hirmawan berhasil diselamatkan oleh tim pencari, sementara Syafiq justru hilang arah hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa dua pekan kemudian.

Kini, jenazah Syafiq telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tanah kelahirannya, Magelang.