oleh

Modus Loker SPPG Dapur MBG! 400 Warga Cimanuk Pandeglang Tertipu, Rumah Pelaku Digeruduk Massa

banner 468x60

PANDEGLANG – Kasus penipuan berkedok lowongan kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merebak di Kabupaten Pandeglang. Sekitar 400 warga Kecamatan Cimanuk menjadi korban penipuan oleh oknum warga setempat bernama Yogi yang mengaku dapat meloloskan mereka menjadi relawan pegawai.

Kekesalan puncak para korban memicu aksi penggerudukan ke rumah terduga pelaku di Kampung Sekong, Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, sebelum akhirnya berhasil diredam dan dievakuasi oleh jajaran kepolisian.

banner 336x280

Minta Uang Pendaftaran hingga Jadikan Korban ‘Kambing Hitam’

Para korban diimingi-imingi posisi pekerjaan sebagai admin hingga relawan di SPPG dengan diminta menyetorkan uang pendaftaran berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per orang.

Salah seorang korban, Raditya Azmiansyah Abdul, menuturkan bahwa dirinya bahkan dipaksa oleh pelaku untuk mengaku-ngaku sebagai anak pemilik SPPG demi meyakinkan calon pendaftar lain.

“Saya diiming-imingi jabatan paling tinggi di SPPG dan diminta mengaku jadi anak bos SPPG. Pas saya tanya gimana kalau ketahuan, dia janji bakal pasang badan. Tapi nyatanya semua janji mobil dinas dan pekerjaan itu bohong,” ungkap Radit saat memberikan keterangan di Polsek Cimanuk, Kamis (6/8/2026).

+------------------------------------------------------------------------+
|                     Ringkasan Kasus Penipuan SPPG                      |
+------------------------------------------------------------------------+
| Terduga Pelaku  : Yogi (Warga Desa Sekong, Cimanuk)                    |
| Estimasi Korban : ~400 Orang Warga Kecamatan Cimanuk                   |
| Modus Operandi  : Iming-iming Jadi Relawan Dapur MBG / SPPG            |
| Kutipan Biaya   : Rp100.000 - Rp200.000 per Lembar Lamaran              |
| Status Pelaku   : Ditangkap & Diamankan di Mapolsek Cimanuk            |
+------------------------------------------------------------------------+

Pengakuan Terduga Pelaku dan Penanganan Polisi

Rania Ramadani, korban asal Desa Cimanuk, mengaku telah menanti kejelasan janji kerja di SPPG Kecamatan Banjar selama lebih dari dua bulan usai menyerahkan uang pendaftaran.

“Saya ditawari kerja di SPPG Banjar dan diminta Rp100 ribu. Sudah nunggu dua bulan lebih tapi diulur-ulur terus. Harapannya kalau tidak jadi kerja, uangnya bisa dikembalikan,” kata Rania.

Sementara itu, terduga pelaku Yogi berdalih nekat melancarkan aksinya karena ia merupakan pekerja aktif di SPPG Cadasari dan yakin bisa membawa masuk pekerja baru. Ia mengklaim uang pungutan warga diserap untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Kapolsek Cimanuk, AKP Agus Salim, membenarkan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku dari amukan massa yang sempat memadati rumahnya.

“Terduga pelaku sudah kami amankan ke Mapolsek Cimanuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan guna menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut. Modusnya mengiming-imingi korban bisa dimasukkan menjadi relawan di dapur MBG,” pungkas AKP Agus Salim.

banner 336x280
Baca Juga  BGN Turun Tangan, Kepala Badan Gizi Nasional Investigasi Dugaan Makanan Berbelatung di Pandeglang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *