
CIKARANG — Di tengah padatnya kawasan Lippo Cikarang, sebuah kafe hadir membawa rasa yang tak sekadar mengenyangkan, tapi juga menghangatkan ingatan. Namanya Lusiana Coffee and Eatery, beralamat di Ruko Hive Cendana Spark No. 139, Lippo Cikarang, Bekasi.
Bagi pemiliknya, Kiki Lusiana Dewi, kafe ini bukan hasil ide nekat sesaat. Ia lahir dari mimpi lama yang dipelihara dengan kegigihan. Perempuan muda inspiratif ini akhirnya berani mewujudkan keinginannya membangun usaha kuliner yang mengedepankan rasa otentik dan kenyamanan.

Tim Pojok Daily berkesempatan menyambangi langsung Lusiana Coffee and Eatery dan berbincang eksklusif dengan Lusi (Panggilan akrabnya). Dari obrolan santai itu, tergambar jelas bahwa kafe ini dibangun dengan hati.
“Ini mimpi lama,” ujar Lusi singkat, ketika ditanya soal awal mula berdirinya Lusiana Coffee and Eatery.
Soal menu, Lusiana punya dua jagoan yang paling sering bikin pelanggan datang kembali: nasi langgi dan butterscotch. Meski begitu, Lusi enggan memilih satu menu terbaik.

“Enggak bisa pilih satu, karena semua menu di sini otentik,” katanya.
Menariknya, Lusi tak mengklaim adanya rahasia dapur khusus. Menurutnya, kunci rasa konsisten justru terletak pada disiplin.
“Enggak ada rahasia. Semua harus sesuai SOP,” ujarnya tegas.
Perjalanan membangun Lusiana Coffee and Eatery tentu tak selalu manis. Lusi mengakui pernah melewati masa sepi. Namun ia memilih bertahan, bangkit perlahan, dan terus beradaptasi. Dukungan pelanggan dan kekuatan tim menjadi penyemangat utama.

Sejauh ini, komentar pelanggan justru banyak bernada positif. Tak ada kritik pedas yang ia terima. Mayoritas pengunjung memuji suasana kafe yang nyaman serta menu yang dinilai cocok di berbagai lidah.
Peran media sosial juga diakui sangat membantu memperkenalkan Lusiana Coffee and Eatery ke publik. “Alhamdulillah, media sosial banyak bantu,” katanya.
Di titik paling lelah sekalipun, Lusi mengaku satu hal yang membuatnya tetap membuka kafe setiap hari adalah para karyawan.
“Mereka bergantung dari kafe ini,” ucapnya.
Ke depan, Lusi menyimpan harapan besar. Ia bermimpi Lusiana Coffee and Eatery bisa berkembang dan membuka cabang di tempat lain.
Soal rasa, Lusi punya satu kalimat pamungkas yang kerap ia dengar dari pelanggan. “Katanya, rasa di Lusiana Coffee itu bisa ngobatin kangen masakan ibu di kampung halaman,” tuturnya sambil tersenyum.
Dengan menu yang variatif, suasana hangat, serta kehadiran live music, Lusiana Coffee and Eatery kini menjelma menjadi salah satu destinasi kuliner wajib bagi pecinta kuliner di Cikarang dan sekitarnya.





Tinggalkan Balasan