oleh

Viral Rumah di Kasemen Dirobohkan Ekskavator Pasca-Perceraian, Ketua RT Sebut Hasil Kesepakatan Bersama

banner 468x60

SERANG – Warga Lingkungan Kalipangpang, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dikejutkan oleh aksi pembongkaran sebuah rumah menggunakan alat berat ekskavator pada Jumat (15/5/2026). Peristiwa tersebut mendadak viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet setelah video pembongkarannya beredar luas di platform Facebook.

Dipicu Persoalan Pasca-Perceraian

Berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial, pembongkaran rumah tersebut diduga dilakukan oleh seorang mantan istri yang merasa kecewa terhadap mantan suaminya setelah resmi bercerai.

banner 336x280

Heri, salah seorang warga setempat, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang melibatkan alat berat tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses pembongkaran yang tidak biasa itu kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena viralnya video di Facebook yang menjelaskan latar belakang pembongkaran oleh pihak mantan istri.

Baca Juga  Pencuri Sembilan Kali Keluar Masuk Penjara Viral, Ustaz Umar: Hukum Potong Tangan Bisa Jadi Solusi Jera

Klarifikasi Pihak Lingkungan: Ada Perjanjian Resmi

Meskipun sempat dianggap sebagai aksi sepihak, Ketua RT setempat, Khofidi, memberikan klarifikasi untuk meluruskan spekulasi yang beredar. Khofidi menegaskan bahwa pembongkaran bangunan tersebut sebenarnya didasari oleh kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak.

Berikut adalah poin-poin klarifikasi dari pihak lingkungan:

  • Kesepakatan Bersama: Kedua belah pihak sebelumnya telah sepakat untuk membongkar bangunan yang selama ini mereka bangun bersama.

  • Persetujuan Mantan Suami: Sang mantan suami telah menyatakan menerima rumahnya dirobohkan oleh mantan istrinya.

  • Adanya Persyaratan: Proses pembongkaran dilakukan berdasarkan persyaratan dan perjanjian tertulis yang sudah disepakati oleh kedua mantan pasangan tersebut.

Sorotan Publik

Peristiwa ini terus menyita perhatian publik karena dinilai sangat ekstrem dibandingkan penyelesaian sengketa harta bersama pada umumnya. Meskipun alasan mendalam di balik keputusan merobohkan rumah tersebut masih membuat penasaran banyak pihak, kepastian adanya kesepakatan resmi diharapkan dapat meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat. (RED/SRG)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *