oleh

Pabrik Kimia PT MCCI Diduga Meledak, Warga Kelurahan Gerem Panik Akibat Kepulan Asap dan Bau Menyengat

banner 468x60

CILEGON – Suara dentuman keras yang diduga kuat berasal dari area operasional pabrik kimia milik PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) menggemparkan warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, pada Senin (25/5/2026) siang. Insiden tersebut memicu kepulan asap putih tebal yang membubung tinggi serta menyebarkan aroma kimia menyengat hingga ke wilayah permukiman.

Kondisi ini seketika memicu kepanikan massal di kalangan masyarakat yang mengkhawatirkan potensi kontaminasi dan dampak buruk pencemaran udara terhadap kesehatan mereka.

banner 336x280

Aktivitas Terganggu dan Warga Alami Sesak Napas

Peristiwa yang pecah di tengah jam operasional kerja tersebut tidak hanya mengejutkan warga, tetapi juga sempat melumpuhkan ritme aktivitas harian masyarakat serta pekerja di kawasan industri hilir tersebut. Efek sebaran gas kimia dilaporkan langsung dirasakan secara fisik oleh penduduk sekitar. Beberapa warga mengeluhkan gejala sesak napas akut setelah menghirup aroma kimia yang tercium sangat pekat di udara.

Anggota DPRD Kota Cilegon, Faturohmi, mengonfirmasi validitas laporan suara dentuman keras tersebut. Dirinya langsung bergerak melakukan peninjauan lapangan sesaat setelah menerima aduan darurat dari konstituennya.

“Saya mendengar suara ledakan cukup keras. Warga menyebut sumbernya berasal dari PT MCCI. Bau menyengat juga tercium di sekitar Kelurahan Gerem, aromanya seperti ban terbakar,” ungkap Faturohmi memberikan kesaksian.

Kondisi diperparah lantaran material asap putih dari perimeter industri tersebut terbawa embusan angin menuju kluster perumahan warga, sehingga mengakibatkan penurunan drastis kualitas udara di sekitar Kelurahan Gerem dalam kurun waktu singkat.

DLH Terjunkan Tim Teknis Uji Sampel Udara

Merespons cepat kedaruratan lingkungan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon langsung mengerahkan tim ahli ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi teknis. Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, menyebutkan bahwa berdasarkan lini masa yang dihimpun, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

  • Pengecekan Teknis: Tim DLH telah menyisir area untuk memetakan penyebab utama kegagalan sistem industri serta mengukur dampak rill terhadap ekosistem.

  • Pengujian Laboratorium: DLH menjadwalkan pengambilan sampel udara ambien dan pasokan air guna mendeteksi ada atau tidaknya paparan zat kimia berbahaya yang melampaui ambang batas baku mutu lingkungan.

“Saat ini tim DLH sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan teknis. Kami masih menyelidiki penyebab kejadian serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan warga,” tegas Sabri Mahyudin.

BPBD Imbau Warga Menjauh dari Lokasi

Guna mengantisipasi potensi bahaya susulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon bersama aparatur Kelurahan Gerem bergerak cepat mengeluarkan maklumat kepada masyarakat. Warga yang berada di zona terdampak diimbau untuk mengenakan masker dan sementara waktu menjauh dari titik pusat kepulan asap demi alasan keselamatan jiwa.

Di sisi lain, hingga draf laporan berkala ini diturunkan ke meja redaksi, pihak manajemen PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi atau keterangan pers resmi mengenai penyebab detail dugaan ledakan maupun status keamanan di dalam area pabrik. (RED/CLN)

banner 336x280
Baca Juga  Tanpa Batas dan Papan Peringatan, Kubangan Eks Galian Tanah di Kasemen Serang Telan Korban Jiwa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *