TANGERANG – Aksi kriminalitas jalanan dengan memanfaatkan kelengahan masyarakat kecil kembali memicu keresahan. Seorang pedagang bakso cuanki yang sehari-hari mengais rezeki di kawasan Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dilaporkan menjadi korban penipuan bermodus pemberian hadiah “uang kaget” yang diduga kuat disertai dengan tindakan hipnotis atau gendam.

Petaka yang menimpa pedagang kecil tersebut terjadi pada Minggu (14/6/2026). Kisah pilu ini seketika menggelinding viral di berbagai jagat media sosial setelah diunggah oleh saksi mata dan mendapat empati serta perhatian luas dari masyarakat Tangerang.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun di lokasi kejadian, pelaku yang beraksi seorang diri mendatangi gerobak korban secara ramah. Untuk memancing perhatian dan kepercayaan, pelaku menawarkan sebuah program hadiah cuma-cuma berupa amplop uang kaget kepada korban.

Diberi Amplop Uang Mainan, Barang Berharga Amblas

Korban yang diduga sudah berada di bawah pengaruh magis atau hipnotis, menerima amplop tersebut tanpa rasa curiga sedikit pun. Sadar korbannya sudah masuk dalam kondisi tidak sadar penuh dan linglung, pelaku dengan leluasa melancarkan aksi utamanya.

Selang beberapa saat setelah pelaku melenggang pergi meninggalkan lokasi, kesadaran pedagang cuanki tersebut berangsur pulih. Korban seketika syok berat saat merobek amplop hadiah yang dipegangnya. Bukan selembar uang rupiah asli yang didapat, melainkan tumpukan lembaran uang mainan anak-anak.

Kerugian korban tidak berhenti sampai di situ. Saat memeriksa kompartemen gerobak dan sakunya, korban baru menyadari bahwa dompet berisi uang modal harian serta satu-satunya telepon genggam (handphone) miliknya telah raib digondol pelaku saat dirinya lengah.

Netizen Imbau Usaha Kecil Pasang Mata

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi atau rilis reguler dari aparat kepolisian setempat mengenai identitas maupun ciri-ciri fisik pelaku gendam tersebut. Namun, tayangan video pasca-kejadian yang memperlihatkan kondisi korban yang kebingungan terbukti efektif memicu gelombang solidaritas netizen di ruang digital.

Banyak warganet yang berbondong-bondong melayangkan imbauan agar masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang, untuk melipatgandakan kewaspadaan.

Masyarakat diingatkan untuk selalu skeptis dan tidak mudah memercayai orang asing yang tiba-tiba datang menawarkan hadiah instan, bantuan finansial dadakan, atau modus survei berhadiah yang mencurigakan. Jika menemukan pergerakan orang dengan gelagat serupa di lingkungan sekitar, warga diminta proaktif berkoordinasi dengan pihak keamanan desa atau babinkamtibmas setempat demi mencegah jatuhnya korban baru.