
PANDEGLANG – Pemerintah Provinsi Banten mulai tancap gas dalam membenahi aset-aset daerah yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan konservasi tinggi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemerintah resmi mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp9.700.488.700 yang bersumber dari pos APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 demi mendanai proyek revitalisasi kawasan Situ Cikedal, yang terletak di Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.
Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari strategi ganda: memperkuat fungsi ekologis situ sebagai wilayah konservasi air, sekaligus mengonversinya menjadi magnet pariwisata baru yang diproyeksikan mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat lokal di Pandeglang.
Proses Lelang Masuk Tahap Evaluasi
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, membeberkan bahwa draf pengerjaan proyek saat ini tidak lagi sekadar wacana di atas meja. Proses pengadaan barang dan jasa di lapangan dilaporkan telah resmi memasuki tahapan krusial pasca-merampungkan proses tender secara terbuka.
“Masih tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, dan teknis,” ungkap Arlan Marzan membedah progres terkini dari proyek tersebut.
Arlan menekankan, cetak biru (blueprint) revitalisasi ini dirancang seimbang agar tidak merusak alam asli. Intervensi fisik di kawasan situ milik daerah yang dikelola oleh UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna ini akan diprioritaskan pada pengamanan sempadan, penataan estetika lingkungan agar bersih, hingga pembangunan fasilitas publik modern.
Beberapa fasilitas yang akan segera dibangun di antaranya:
-
Pembangunan tembok pengaman sempadan situ.
-
Pembuatan jalur pedestrian ramah pejalan kaki.
-
Penyediaan lintasan jogging track untuk area olahraga komunal.
Dinas PUPR menargetkan seluruh rangkaian konstruksi ini dapat rampung total dan bisa langsung dinikmati publik pada akhir Desember 2026 mendatang. “Kami optimistis dapat diselesaikan sesuai jadwal,” tegas Arlan.
Dorong Kedaulatan Ekonomi, Wagub Ingatkan Aspek Konservasi
Senada dengan jajaran teknis, Wakil Gubernur Banten, Raden Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan komitmen penuh pihak eksekutif dalam mengawal penataan menyeluruh ini. Menurut Dimyati, keindahan danau alami Situ Cikedal harus didukung oleh aksesibilitas jalan yang mulus serta fasilitas pendukung yang prima agar benar-benar siap naik kelas menjadi destinasi wisata premium.
Namun, ia juga memberikan catatan tebal dan peringatan keras kepada pihak kontraktor agar tidak ugal-ugalan dalam melakukan pembangunan fisik, hingga mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.
“Jaga alamnya, kembangkan fungsinya. Situ Cikedal bukan hanya tempat konservasi air, tetapi juga memiliki potensi menjadi destinasi wisata unggulan,” ingat Wagub Dimyati.
Dimyati memproyeksikan, jika proyek bernilai miliaran ini sukses dieksekusi secara bersih dan tepat waktu, efek domino (multiplier effect) dari sektor pariwisata akan langsung dirasakan oleh para pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat sekitar melalui terbukanya lapangan kerja baru.
Camat Sambut Baik Meski Mengaku Belum Dapat Rincian Teknis
Meskipun gaung proyek ini sudah ramai di tingkat provinsi, Camat Cikedal, Rosad, mengaku hingga kini pihaknya belum mengantongi selembar pun informasi teknis resmi dari dinas terkait mengenai waktu pelaksanaan di wilayahnya. Kendati demikian, ia memastikan jajaran tingkat kecamatan dan warga menyambut baik rencana tersebut.
“Tentu kami akan menyambut baik apabila revitalisasi Situ Cikedal dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2026, karena kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan,” tutur Rosad.
Kini, bola panas pembangunan berada di tangan DPUPR Banten. Masyarakat luas menuntut agar realisasi anggaran jumbo Rp9,7 miliar ini benar-benar dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, agar fasilitas yang dihasilkan tidak berujung menjadi proyek mangkrak yang sia-sia.
Penulis: Dedi Supandi
Editor: Darta














Komentar