
SEATTLE – Langkah impresif ditunjukkan tim nasional Belgia dalam lanjutan fase gugur turnamen sepak bola terakbar jagat raya. Skuad berjuluk The Red Devils tersebut sukses mengamankan tiket melaju ke babak perempat final Piala Dunia FIFA secara meyakinkan, usai menundukkan sekaligus mempermalukan tim tuan rumah Amerika Serikat (AS) dengan skor telak 4-1 pada laga sengit babak 16 besar di Seattle, Selasa WIB.
Kemenangan mutlak ini sekaligus mengantarkan Belgia untuk menantang raksasa Eropa lainnya, Spanyol, dalam partai hidup-mati babak perempat final yang dijadwalkan bakal digaransi tensi tinggi di Los Angeles Stadium pada Sabtu (11/7) WIB mendatang.
Dominasi Awal dan Brace Charles De Ketelaere
Sejak peluit sepak mula ditiup wasit, Belgia langsung memperagakan skema permainan ofensif dan mengambil inisiatif serangan cepat. Lini pertahanan AS dibuat kalang kabut hingga memaksa penjaga gawang mereka, Matt Freese, bekerja keras jatuh bangun di bawah mistar—termasuk saat mementahkan peluang emas tendangan Leandro Trossard ketika laga baru berjalan satu menit.
Gempuran bertubi-tubi anak asuh Domenico Tedesco akhirnya membuahkan hasil pada menit kesembilan. Charles De Ketelaere berhasil memanfaatkan kemelut di muka gawang setelah barisan bek AS gagal menyapu bola clearance dengan sempurna. Belgia memimpin cepat 1-0.
AS yang sempat kesulitan mengembangkan permainan karena ditekan di area sendiri, sempat menghidupkan asa publik Seattle pada menit ke-31. Melalui skema tendangan bebas, Malik Tillman melepaskan sepakan keras. Bola yang sempat membentur Hans Vanaken berubah arah dan mengecoh kiper Thibaut Courtois sebelum meluncur mulus ke dalam gawang. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.
Namun, euforia pendukung tuan rumah hanya berumur jagung alias bertahan satu menit saja. Pada menit ke-33, De Ketelaere kembali mengoyak jala gawang AS lewat sundulan mematikan usai mengonversi umpan silang akurat dari Leandro Trossard. Skor 2-1 untuk keunggulan Belgia bertahan hingga turun minum.
Blunder Fatal Kiper dan Petaka Cedera Pulisic
Memasuki paruh kedua, AS mencoba bangkit dan tampil lebih agresif pasca memasukkan gelandang serang Giovanni Reyna. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, malapetaka justru kembali menghampiri lini belakang tim Negeri Paman Sam pada menit ke-57.
Kiper Matt Freese melakukan kesalahan fatal dengan keluar jauh dari area penalti untuk menghalau bola. Sial bagi AS, Freese justru kehilangan penguasaan bola yang langsung direbut oleh Hans Vanaken. Tanpa kesulitan berarti, Vanaken melepaskan sepakan ke gawang yang sudah kosong melongpong untuk memperlebar keunggulan Belgia menjadi 3-1.
Situasi AS kian terpuruk setelah sang kapten sekaligus motor serangan utama, Christian Pulisic, terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-59 akibat menderita cedera serius setelah berbenturan fisik.
Romelu Lukaku Lengkapi Pesta Gol
Di tengah keputusasaan AS, Belgia justru kian di atas angin dengan memasukkan amunisi segar kelas berat seperti Jeremy Doku dan Romelu Lukaku demi menjaga intensitas serta kedalaman daya dobrak.
AS sejatinya pantang menyerah dan terus berupaya memperkecil ketertinggalan di sisa menit babak kedua. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketangguhan Thibaut Courtois di bawah mistar Belgia membuat seluruh peluang emas tuan rumah mentah tak berujung gol.
Pesta pora kemenangan Belgia akhirnya resmi ditutup pada masa tambahan waktu (injury time). Memasuki menit ke-90+3, Romelu Lukaku melengkapi penderitaan tuan rumah lewat gol penutupnya usai menerima umpan matang dari Hans Vanaken. Gol tersebut memastikan papan skor mengunci kemenangan meyakinkan Belgia 4-1 atas sang tuan rumah Piala Dunia.














Komentar