oleh

Hanya Dapat 2 Murid Baru, SDN 2 Plandaan Tulungagung Kian Sekarat: Guru Terpaksa Iuran Guna Tambal Dana BOS

banner 468x60

TULUNGAGUNG – Potret buram dan ironi dunia pendidikan melanda wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Memasuki hari pertama tahun ajaran baru, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Plandaan di Kecamatan Kedungwaru dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026, sekolah plat merah ini secara tragis hanya berhasil menjaring dua orang siswa baru.

Penyusutan jumlah pendaftar yang terjadi secara konsisten ini membuat eksistensi sekolah kian di ambang kehancuran. Kini, total akumulasi seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Plandaan hanya menyisakan 16 anak saja.

banner 336x280

Kalah Gengsi dan Tertimbun di Belakang Balai Desa

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah, membeberkan bahwa manajemen sekolah dan para guru sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi ancaman gulung tikar ini. Berbagai manuver jemput bola telah dikerahkan, mulai dari bergerilya membangun koordinasi ke lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) terdekat, hingga melakukan aksi ketuk pintu mendatangi rumah-rumah warga secara langsung untuk merayu orang tua murid.

“Namun, hingga hari pelaksanaan (KBM) kami hanya mendapatkan dua murid baru,” keluh Siti Komariyah dengan nada lesu saat ditemui di lingkungan sekolah, Senin (13/7/2026).

Siti mengungkapkan, petaka minimnya peminat ini bukan barang baru, melainkan tren buruk yang dibiarkan membusuk sejak tahun 2017. Ketatnya persaingan perebutan murid dengan sekolah negeri lain yang lebih mapan serta serbuan sekolah swasta berbasis agama di sekitar lokasi menjadi penyebab utama.

Parahnya lagi, birokrasi dan publik seolah abai karena tata letak sekolah yang secara geografis “terkubur” di belakang bangunan Balai Desa Plandaan, membuat keberadaannya tidak terlihat oleh masyarakat. Kondisi ini menyuburkan rumor keliru di tengah warga bahwa SDN 2 Plandaan sebenarnya sudah lama ditutup.

Dana BOS Mencekik, Guru ASN Terpaksa Patungan Bulanan

Penyusutan jumlah murid ke titik nadir ini berdampak sistemik pada sektor finansial sekolah. Karena regulasi pengalokasian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat dihitung berdasarkan kuantitas kepala siswa, maka anggaran operasional yang diterima SDN 2 Plandaan otomatis merosot drastis hingga tidak cukup untuk membiayai kebutuhan dasar sekolah.

Demi menjaga agar napas institusi pendidikan ini tidak berhenti dan fasilitas belajar tetap menyala, para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah tersebut terpaksa melakukan aksi heroik yang menyedihkan: mereka rela merogoh kocek pribadi dan patungan iuran setiap bulan guna menambal minusnya dana BOS.

Meski ruang kelas terasa sunyi karena hanya dihuni dua bocah yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pihak sekolah menjamin proses KBM dan pelayanan pedagogis akan tetap diberikan secara total oleh para guru yang menolak menyerah pada keadaan.

Kendati demikian, potret darurat di SDN 2 Plandaan ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk segera melakukan evaluasi total, penggabungan (merger), atau rekonstruksi kebijakan agar aset negara dan nasib para pendidik tidak terus-menerus telantar dalam sepi.

banner 336x280
Baca Juga  Banyak Orang Tua Kerja Luar Daerah, DP2KBP3A Pandeglang Warning Maraknya Anak Bolos Sekolah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *