
BREBES – Langkah terobosan untuk memangkas ketergantungan impor pangan nasional kembali diakselerasi dari Bumi Melayu Brebes. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), meresmikan secara langsung prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) kawasan Peternakan Sapi Perah Terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026).
Acara monumental berskala nasional tersebut dihadiri sekitar 2.000 tamu undangan dan dikawal ketat oleh jajaran Polres Brebes bersama unsur TNI. Hadir pula dalam rombongan, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Investasi 710 Hektare Savoria Group: Target Tekan Ketergantungan Impor
Kawasan peternakan modern yang diarsiteki oleh Savoria Group (bagian dari Djarum Group) ini digadang-gadang bakal menjadi fasilitas peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulya, memaparkan bahwa fasilitas ini dibangun di atas bentangan lahan seluas 710 hektare dengan daya tampung hingga 30.000 ekor sapi perah. Proyeksi kapasitas produksi susu segarnya ditargetkan menembus angka 180 ribu ton per tahun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberadaan megafarm ini merupakan langkah strategis darurat negara. Pasalnya, hingga saat ini pemenuhan konsumsi susu nasional masih didominasi oleh pasokan impor dari luar negeri dengan angka yang sangat tinggi.
“Kebutuhan susu nasional kita hingga saat ini masih didominasi oleh pasokan impor hingga mencapai 82 persen. Keberadaan peternakan modern PT Global Dairi Bersama ini diharapkan menjadi game changer untuk melonjakkan produksi susu dalam negeri secara signifikan sekaligus memangkas ketergantungan impor tersebut,” tegas Mentan Amran.
Mentan juga optimistis sektor agribisnis terus menunjukkan tren positif, ditandai dengan pertumbuhan PDB pertanian yang menyentuh angka 5,74 persen serta proyeksi kenaikan produksi beras nasional sepanjang tahun 2026.
Titiek Soeharto Tekankan Kemitraan Lokal dan Zero Waste
Senada dengan Mentan, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), memberikan catatan khusus agar investasi skala besar ini wajib memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga lokal.
Titiek mendesak manajemen PT Global Dairi Bersama untuk merangkul peternak rakyat dan koperasi di Kabupaten Brebes melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan.
“Kami berharap perusahaan tidak berdiri sendiri, tetapi membangun kemitraan erat dengan peternak lokal. Tempat ini harus menjadi pusat transfer teknologi, peningkatan keterampilan, serta pembinaan bagi generasi muda di bidang peternakan. Pengelolaan limbahnya juga wajib ramah lingkungan melalui pemanfaatan biogas dan pupuk organik,” imbau Titiek Soeharto.
Dukungan penuh juga disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Kehadiran megafarm ini diprediksi akan makin memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, melengkapi capaian produksi gabah daerah yang mencapai 15,6 juta ton pada tahun 2025 lalu.
Rangkaian prosesi groundbreaking yang diisi dengan aksi minum susu bersama tersebut berakhir pukul 10.02 WIB. Rombongan Mentan selanjutnya bertolak menuju helipad Lapangan Sepak Bola Desa Karangbale untuk kembali ke Jakarta.(kdj)














Komentar