
BREBES – Sejarah baru bagi lanskap peternakan nasional resmi terukir dari bumi Jawa Tengah. Pada Senin (20/7/2026), prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) digelar secara megah di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Dihelat di dalam tenda raksasa berdekorasi biru-putih, acara tersebut dihadiri oleh ratusan pemangku kepentingan. Tampak deretan kursi terisi penuh oleh jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah, pimpinan BUMN, tokoh agama, hingga ribuan petani dan warga lokal yang antusias menyambut hadirnya mega-investasi di wilayah mereka.
Investasi Raksasa Savoria Group: Target Pasok 18 Persen Susu Nasional
Mega proyek peternakan sapi perah terpadu yang berada di bawah naungan entitas Savoria Group (bagian dari Djarum Group) ini digadang-gadang bakal menjadi fasilitas peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Tak main-main, fasilitas ini dibangun di atas lahan bentangan megafarm seluas 710 hektare di Karangbale.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menegaskan bahwa investasi ini dirancang bukan sekadar peternakan konvensional, melainkan ekosistem terintegrasi hulu-ke-hilir (close loop system) yang modern dan ramah lingkungan.
Berikut indikator performa utama peternakan PT Global Dairi Bersama (GDB):
-
Populasi Ternak: Dirancang menampung hingga 30.000 ekor sapi perah kualitas unggul.
-
Target Produksi: Menghasilkan 180 ribu ton susu segar per tahun, yang diproyeksikan langsung menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional.
-
Pengolahan Limbah: Mengadopsi prinsip berkelanjutan, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi mandiri, residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik, serta sistem daur ulang air terpadu.
-
Fasilitas Pendukung: Pembangunan pabrik pakan mandiri, pengolahan susu (processing plant), hingga penyediaan kebun jagung pakan seluas 2.000 hektare.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian yang hadir menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan Desa Karangbale menjadi bentuk pengawalan penuh pemerintah pusat terhadap proyek strategis ini. Terlebih, dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,7 juta ton per tahun, Indonesia saat ini masih bergantung pada impor hingga 80 persen.
Serap 13.000 Petani dan Peternak Lokal, Bupati Paramitha Optimis Tuntaskan Kemiskinan
Hadirnya megafarm ini membawa angin segar bagi perekonomian kerakyatan di Kabupaten Brebes. Proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan ribuan warga lokal ke dalam rantai pasok bisnis perusahaan.
Secara konkret, PT GDB akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal untuk penyediaan pakan hijauan, serta merangkul 8.000 peternak rakyat melalui program kemitraan penggemukan pejantan sapi perah dengan kuota sekitar 7.000 ekor per tahun.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi masyarakat Brebes. Investasi berskala nasional ini bukan hanya menghadirkan modal, tetapi menjadi solusi konkrit dan mesin penggerak dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah kami melalui pembukaan lapangan kerja yang sangat luas,” ungkap Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, penuh optimistis.
Dukungan senada ditekankan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Sesuai dengan fokus RPJMD Jateng 2026 pada aspek swasembada pangan, keberadaan peternakan di Karangbale ini diyakini sanggup mendongkrak posisi Jawa Tengah dari peringkat ketiga menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia, membayangi Jawa Timur.
Guna menjamin keamanan hayati (biosecurity), Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, membeberkan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitasi impor bibit sapi perah unggulan dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Brasil, lengkap dengan penguatan sistem proteksi dari ancaman penyakit PMK dan LSD.
Berdasarkan timeline resmi, pengerjaan persiapan lahan (cut and fill) telah bergulir sejak Juni 2026. Konstruksi fisik ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2027, sebelum akhirnya melangsungkan pemerahan susu perdana (first milking) pada Desember 2027.(kdj)














Komentar