
PANDEGLANG – Aksi nyata dan semangat gotong royong warga Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang nekat merogoh kocek pribadi untuk membangun jalan lingkungan secara swadaya akhirnya menyedot perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Asep Rahmat, secara terbuka melontarkan apresiasi atas kepedulian tinggi masyarakat. Namun di saat bersamaan, ia menegaskan bahwa pemenuhan infrastruktur jalan pada dasarnya tetap merupakan kewajiban dan tanggung jawab mutlak pemerintah daerah.
Viral di Medsos: Lelah Menunggu, Warga Patungan Paving Jalan Akses Wisata Religi
Sebelumnya, sebuah rekaman video aksi puluhan warga Kelurahan Pagerbatu mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dipicu rasa jenuh karena janji pembangunan jalan tak kunjung terealisasi dari tahun ke tahun, masyarakat memutuskan untuk mengambil inisiatif mandiri.
Menggunakan dana hasil swadaya dan tenaga gotong royong, warga memasang lantai paving blok di lintasan jalan lingkungan yang menghubungkan tiga wilayah strategis: Kelurahan Pagerbatu, Kelurahan Cilaja, hingga Kampung Cicadas di Kelurahan Pandeglang.
Jalur tersebut bukan sekadar jalan desa biasa, melainkan urat nadi transportasi warga sekaligus akses utama menuju kawasan wisata religi di Pagerbatu.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian dan swadaya masyarakat Pagerbatu yang bahu-membahu membangun jalan lingkungan mereka,” tutur Sekda Pandeglang, Asep Rahmat, saat memberikan keterangan kepada media pada Senin (20/7/2026).
Pemkab Minta Maaf Anggaran Terbatas, Janjikan Kenaikan Pos Infrastruktur di 2027
Kendati menyampaikan pujian, Asep menegaskan Pemkab Pandeglang tidak akan berlepas tangan dari kondisi keterbatasan fasilitas umum di wilayahnya. Ia mengakui ruang gerak pemerintah daerah pada tahun anggaran berjalan ini sangat terbatas akibat kemampuan fiskal APBD Pandeglang yang belum sanggup meng-cover seluruh usulan pembangunan jalan.
Guna menutup defisit anggaran tersebut, pihak Pemkab mengaku terus menggedor pintu Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah pusat untuk menyerap dana alokasi khusus (DAK) serta bantuan keuangan (Bankeu) infrastruktur.
“Untuk alokasi pembangunan jalan, saya sangat berharap ada peningkatan signifikan pada tahun depan (2027), tidak minim seperti kondisi tahun ini. Sekarang fokus utama kami memang memprioritaskan infrastruktur pelayanan dasar yang paling mendesak. Insyaallah ada peningkatan anggaran, kami mohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Asep.
Aksi tanggap swadaya warga Pagerbatu ini menjadi sinyal keras bagi Pemkab Pandeglang agar pengesahan APBD 2027 mendatang benar-benar memprioritaskan sektor perbaikan jalan rusak di tingkat kecamatan dan desa, ketimbang mengalokasikannya untuk program operasional non-dasar.














Komentar