oleh

Panen Raya Serentak Se-Jawa, Harga Bawang Merah di Brebes Anjlok Mencekik Petani

banner 468x60

BREBES – Ironi siklus panen kembali menghantam para petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di tengah kegembiraan melimpahnya hasil bumi, para petani bawang merah di sentra produksi nasional ini justru harus mengurut dada akibat merosotnya harga jual di tingkat tapak.

Dalam beberapa hari terakhir, harga komoditas unggulan Pantura tersebut merosot tajam hingga menyentuh kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Kondisi ini memicu gelombang kekhawatiran massal akan ancaman kerugian finansial yang kian membengkak di kalangan petani.

banner 336x280

Efek Domino Panen Raya Serentak di Pulau Jawa

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, membenarkan tren penurunan harga yang terbilang cukup ekstrem tersebut. Saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026), Alex menjelaskan bahwa penurunan harga tak hanya melanda Brebes, melainkan merata di hampir seluruh wilayah sentra produksi di Pulau Jawa.

Baca Juga  Antisipasi Aktivitas Ilegal, Perhutani Bersama Polsek Paguyangan Perketat Pengawasan Hutan Brebes

Pemicu utamanya adalah oversuplai pasar akibat masa panen raya yang berlangsung bersamaan di berbagai daerah.

“Saat ini harga bawang merah super cross berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Sementara grade Super A sekitar Rp19.000 dan Super B hanya dihargai Rp18.000 per kilogram,” beber Alex.

Alex memerinci, anjloknya harga dipicu oleh panen serentak yang tidak hanya terjadi di Brebes, tetapi juga di sentra besar lainnya seperti Nganjuk, Cirebon, Probolinggo, Bojonegoro, hingga Situbondo.

Banjir pasokan yang membludak di pasar-pasar induk tidak sebanding dengan daya serap dan tingkat konsumsi masyarakat yang cenderung stagnan, sehingga hukum pasar otomatis menekan harga jual hingga ke titik terendah.

+------------------+--------------------+
| Kategori Bawang  | Harga per Kg (Rp)  |
+------------------+--------------------+
| Super Cross      | Rp20.000           |
| Super A          | Rp19.000           |
| Super B          | Rp18.000           |
+------------------+--------------------+

Terjepit Biaya Produksi Tinggi, ABMI Desak Intervensi Pemerintah

Bagi para petani, situasi ini menjadi pukulan telak. Pasalnya, modal operasional budidaya bawang merah—mulai dari sewa lahan, pengolahan, harga bibit, pupuk, pestisida, hingga upah tenaga kerja—mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa musim terakhir. Kesenjangan antara biaya produksi dan harga jual yang minim membuat margin keuntungan terkikis habis, bahkan tak sedikit petani yang terancam gulung tikar.

Atas dasar itu, ABMI mendesak pemerintah agar tidak hanya responsif saat harga bawang melambung tinggi di level konsumen, tetapi juga hadir memberikan jaring pengaman dan perlindungan harga ketika petani terpuruk di musim panen raya.

Alex menyuarakan pentingnya optimasi penyerapan hasil panen melalui operasional Gudang Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes sebagai solusi teknis untuk menyimpan pasokan dan menstabilkan harga pasaran agar tidak makin terperosok.

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *