
BREBES – Keluhan para petani mengenai terhambatnya distribusi air akibat pertumbuhan rumput liar di saluran irigasi sekunder Tanjung (TG) akhirnya mendapat respons. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Banjarharjo, di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PSDA) Tegal, mulai melakukan normalisasi pada hari ini, Selasa (20/1).
Kegiatan normalisasi ini difokuskan pada pembersihan rumput liar dan sampah di sepanjang aliran irigasi sekunder TG 3, 4, 5, dan 6. Area ini merupakan urat nadi pengairan bagi lahan persawahan di Desa Parereja dan Desa Cigadung, Kecamatan Banjarharjo
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Merdan Jaya Desa Cigadung, Toap, mengungkapkan bahwa desakan untuk pembersihan ini sebenarnya sudah disampaikan sejak satu bulan lalu melalui sambungan seluler kepada pihak berwenang.
“Kami meminta pihak pengairan segera membersihkan rumput liar dan sampah yang menghambat laju air. Syukurlah, baru hari ini aspirasi kami direalisasikan,” ujar Toap saat dikonfirmasi media.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 35 orang tenaga kerja andir dikerahkan untuk melakukan pembersihan manual di sepanjang saluran. Langkah ini diambil guna memastikan debit air kembali normal untuk mendukung produktivitas pertanian di musim tanam saat ini.
Satum, selaku Mantri Pengairan wilayah Malahu Jengkelok (MJ) dan Tanjung (TG), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari PSDA Tegal yang berkoordinasi dengan tingkat provinsi di Semarang. Mengingat lokasi ini juga bersinggungan dengan wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, koordinasi antar-lembaga menjadi krusial.
Meski normalisasi telah berjalan, kondisi irigasi yang sempat terbengkalai selama sebulan menimbulkan catatan kritis mengenai efektivitas pemeliharaan rutin. Tersumbatnya aliran air di titik TG 4, 5, dan 6 bukan hanya masalah teknis, melainkan menyangkut hajat hidup para petani yang bergantung pada ketepatan waktu distribusi air.
Masyarakat berharap agar PSDA Tegal dan pihak terkait tidak menunggu adanya keluhan atau video viral untuk melakukan perawatan rutin di wilayah irigasi strategis.














Komentar