BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengambil langkah berani untuk menyelamatkan aset olahraga bersejarah mereka. Setelah membiarkan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran terbengkalai tanpa renovasi besar selama lebih dari empat dekade—tepatnya sejak tahun 1982—pemerintah daerah kini resmi memulai proyek revitalisasi besar-besaran.
Langkah ini menjadi pembuktian nyata dari duet kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dalam merespons jeritan para atlet serta masyarakat yang mendambakan fasilitas olahraga modern.
Modernisasi GOR Pajajaran Demi Dongkrak Prestasi Atlet
GOR Pajajaran bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu lahirnya para atlet legendaris Kota Bogor. Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin menargetkan renovasi ini mampu menyulap kawasan kumuh tersebut menjadi pusat olahraga yang modern, representatif, dan ramah bagi publik.
Pemkot Bogor menegaskan bahwa perbaikan fasilitas ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan pembinaan atlet lokal.
“Peningkatan fasilitas olahraga ini merupakan kebutuhan penting seiring perkembangan aktivitas olahraga, pembinaan atlet, sekaligus upaya dalam mendorong gaya hidup sehat masyarakat. Pemkot Bogor berharap revitalisasi GOR Pajajaran dapat memperkuat ekosistem olahraga di Kota Bogor,” tulis perwakilan Pemkot Bogor dalam keterangan resminya.
Janjikan Pemerataan Fasilitas ke Wilayah Pinggiran
Selain memfokuskan anggaran pada renovasi GOR Pajajaran, Pemkot Bogor juga berjanji akan menyebarkan pembangunan fasilitas olahraga ke wilayah-wilayah pinggiran. Langkah taktis ini bertujuan agar masyarakat di luar pusat kota tetap bisa menikmati sarana kebugaran yang layak dan gratis.
Pemerintah meyakini bahwa pemerataan fasilitas olahraga ini akan mempercepat terwujudnya visi Bogor sebagai kota yang sehat, nyaman, dan ramah keluarga.
Keputusan Pemkot Bogor merombak GOR Pajajaran setelah 44 tahun terabaikan tentu layak mendapat apresiasi. Namun, publik harus tetap mengawal ketat jalannya proyek ini. Jangan sampai renovasi megah ini hanya menjadi komoditas politik atau proyek kejar tayang dengan kualitas pengerjaan yang asal-asalan. Transparansi anggaran dan ketepatan waktu pengerjaan menjadi pertaruhan besar bagi kredibilitas Dedie-Jenal.
