BREBES – Kabar gembira menyelimuti warga Kabupaten Brebes. Setelah sempat tertutup untuk akses publik, pintu gerbang tengah objek wisata rakyat Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, resmi dibuka kembali pada hari ini, Senin (21/6/2026).
Pembukaan akses ini menjadi puncak dari rangkaian ikhtiar yang dilakukan oleh masyarakat melalui kegiatan Istighotsah bertajuk “Mengetuk Pintu Langit, Membuka Pintu Gerbang”. Acara tersebut diprakarsai oleh gabungan komunitas lokal, yakni Pokdarwis Geger Halang, Masjaka Babakan, KPLH BUMI SANG RATU, KPS Kabupaten Brebes, serta didukung penuh oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Malahayu.
Suasana Haru Warga
Sejak pagi hari, ratusan warga dan pengunjung setia telah berkumpul di area waduk. Begitu gerbang tengah secara resmi dibuka, suasana haru dan syukur langsung pecah. Banyak warga lanjut usia yang merasa lega karena jalur landai menuju bendungan utama kini dapat diakses kembali tanpa harus memutar melalui area lapak pedagang yang menanjak dan melelahkan.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa lewat sini lagi. Nggak perlu muter jauh. Terima kasih untuk semua yang sudah berjuang,” ucap Sumiati (62), salah satu warga Banjarharjo dengan mata berkaca-kaca.
Sinergi Membuahkan Hasil
Keberhasilan pembukaan akses ini merupakan buah dari komunikasi persuasif yang terjalin antara masyarakat dan pihak pemangku kebijakan. Suroto, Ketua Pokdarwis Geger Halang, menyatakan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan seluruh masyarakat.
“Ini bukti kalau ikhtiar langit dan bumi dijawab. Terima kasih Bapak Bupati, BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pak Camat, dan semua pihak. Malahayu milik rakyat, dan hari ini rakyat dimenangkan,” ujar Suroto.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat kepada Bupati Brebes, Kepala Balai BBWS Cimanuk Cisanggarung, Camat Banjarharjo, serta Pemdes Malahayu yang dinilai sangat responsif dalam menyikapi aspirasi rakyat.
Komitmen Menjaga Waduk
Meski akses telah dibuka, komunitas dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan kawasan Waduk Malahayu. Sebagai bentuk tanggung jawab, skema operasional gerbang akan dijalankan secara teratur dengan bekerja sama dengan petugas BBWS dan Pemdes setempat.
Mahfudin Hasan dari Masjaka Babakan menekankan bahwa perjuangan ini bersifat inklusif untuk kemaslahatan bersama. Senada dengan itu, Mas Djunaedi dari KPLH BUMI SANG RATU berharap bahwa terbukanya akses akan menghidupkan kembali denyut ekonomi UMKM di kawasan waduk tanpa mengabaikan aspek kelestarian alam sesuai amanah UU Kepariwisataan.
Kades Malahayu, Sutari, menambahkan optimisme bahwa dengan kemudahan akses ini, Waduk Malahayu diharapkan kembali menjadi primadona wisata yang mudah, murah, dan ramah bagi semua kalangan.
Pewarta: Dedi
