oleh

Urusan Administrasi Belum Lunas, Ijazah Alumni SMK Karya Bhakti Brebes Diduga “Disandera” Pihak Sekolah

BREBES – Dunia pendidikan di Kabupaten Brebes kembali tercoreng oleh insiden penahanan dokumen kelulusan siswa. Gara-gara urusan uang administrasi yang belum mampu dilunasi, ijazah milik seorang alumni SMK Karya Bhakti Brebes diduga kuat “disandera” oleh pihak manajemen sekolah. Akibat kebijakan tersebut, sang siswa kini hanya bisa gigit jari lantaran impian besarnya untuk melanjutkan kuliah lewat jalur beasiswa terancam sirna.

Nasib pilu ini menimpa Dio Aprianto, seorang alumni tahun lulusan 2020. Sudah enam tahun lamanya dokumen kelulusan yang menjadi haknya tertahan di dalam lemari arsip sekolah. Sang ibu, Wastiah (51), seorang warga miskin yang sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan pecel lele, mengaku tidak mampu menebus ijazah anaknya karena dibanderol utang hingga jutaan rupiah.

Impian Kuliah Terganjal Tunggakan Fantastis

Wastiah menceritakan bahwa anaknya sangat ingin menempuh pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Namun, pihak universitas mewajibkan lampiran dokumen ijazah asli sebagai syarat mutlak.

“Anak saya pengen kuliah, ada jalur beasiswa. Tapi syaratnya harus pakai ijazah asli. Sementara ijazahnya masih di sekolah karena saya belum bisa bayar kekurangannya Rp3,6 juta,” kata Wastiah kepada awak media dengan nada lirih, Kamis (2/7/2026).

Demi memperjuangkan masa depan anaknya, Wastiah sempat menyambangi sekolah pada Senin (29/6/2026) dengan harapan mendapatkan keringanan. Bukannya kelonggaran yang didapat, pihak sekolah justru menyodorkan selembar kertas rincian tunggakan sebesar Rp3.600.000. Nilai tersebut dinilai sangat fantastis bagi seorang janda miskin.

Adapun rincian komponen biaya yang dibebankan sekolah meliputi:

  • Uang SPP, les, dan daftar ulang: Rp1.550.000

  • Uang gedung: Rp1.500.000

  • Uang kenang-kenangan: Rp350.000

  • Biaya lain-lain: Rp175.000

  • Uang foto: Rp25.000

Wastiah membeberkan, suaminya sudah lama meninggal dunia. Saat Dio lulus pada tahun 2020, perekonomiannya terpukul hebat akibat pandemi Corona yang membuat usahanya di Alun-alun Brebes sepi. Hingga kini, pendapatan dari berjualan pecel lele hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Pembelaan Sekolah: Banyak Ijazah Menumpuk Sejak 2017

Tudingan miring mengenai praktik “penyanderaan” ijazah ini langsung dibantah keras oleh manajemen sekolah. Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, berkilah bahwa pihaknya sama sekali tidak bermaksud menahan dokumen negara tersebut.

“Bukan ditahan, tapi belum diambil karena memang yang bersangkutan belum melunasi tunggakan biaya sekolah,” ujar Eko membela diri saat dikonfirmasi di lingkungan sekolah, Kamis (2/7/2026).

Eko bahkan blak-blakan menyebut bahwa lemari sekolahnya sudah penuh sesak oleh dokumen ijazah para alumni yang bernasib sama dengan Dio. Menurutnya, fenomena ini sudah terjadi menahun, bahkan ada ijazah lulusan tahun 2017 yang hingga kini masih menumpuk di sekolah karena orang tua murid tak kunjung datang membawa uang pelunas.

Eko menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai karyawan biasa yang memiliki tanggung jawab hierarkis kepada pimpinan sekolah dan yayasan. Terkait beban administrasi yang dikeluhkan, ia menyatakan bahwa urusan pembiayaan sepenuhnya tetap menjadi tanggung jawab mutlak orang tua murid.