oleh

Viral di Media Sosial! Percakapan Haru Ibu dan Anak Saat Lintasi Jalan Berlumpur di Cikeusik Pandeglang Sentil Netizen

PANDEGLANG – Potret buram infrastruktur jalan di wilayah pelosok Provinsi Banten kembali menjadi sorotan tajam netizen. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan perjuangan berat warga saat melintasi akses jalan yang rusak parah di wilayah Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, mendadak viral di jagat maya dan mengundang perhatian luas dari publik.

Video yang memicu gelombang simpati tersebut pertama kali dibagikan oleh akun media sosial Mama Dhevano. Dalam visual yang beredar, tampak jelas kondisi permukaan jalan yang hancur total, dipenuhi lubang menganga, serta tertutup lumpur pekat yang menyulitkan pelbagai jenis kendaraan untuk melintas.

Dialog Polos Sunda yang Mengundang Haru

Di balik parahnya kondisi infrastruktur di lapangan, hal yang paling menyita emosi publik justru adalah interaksi dialogis antara sang ibu yang merekam video dengan anak laki-lakinya di atas kendaraan. Sambil perlahan membelah medan yang sulit, sang ibu terdengar menyisipkan doa serta harapan besar bagi masa depan buah hatinya yang hampir setiap hari harus bertaruh keselamatan melewati jalur tersebut.

“Sing jadi jelema dia dek,” (Semoga kamu jadi orang sukses/berhasil nanti, Nak), ujar sang ibu lembut dalam dialek lokal.

Ucapan sarat doa tersebut kemudian spontan dijawab dengan sangat polos oleh anaknya yang tengah fokus mengeluhkan kondisi jalan rusak yang sedang mereka lalui.

“Ieu geh jelema muntamah kerud,” (Ini juga sudah jadi orang kalau bukan karena tertutup kerudung/pakaian), timpal sang anak polos.

Mendengar respons menggelitik dari anaknya, sang ibu segera meluruskan maksud dari petuah bijaknya sembari tertawa kecil, “Jelema sukses maksud aku mah,” (Maksud Ibu, jadi orang yang sukses).

Percakapan sederhana namun mendalam tersebut diakui netizen sukses memantik rasa haru sekaligus miris. Banyak warganet menilai dialog itu merupakan representasi rill dari suara hati serta potret perjuangan masyarakat kecil di daerah terpencil yang harus bertahan hidup di tengah fasilitas infrastruktur yang sangat memprihatinkan.

Akses Utama Masyarakat Pelosok

Sepanjang durasi video, kendaraan yang ditumpangi ibu dan anak itu terpaksa melaju sangat perlahan akibat permukaan jalan yang didominasi genangan air dan lumpur setinggi mata kaki. Menurut laporan warga, titik kerusakan tersebut dipastikan bakal bertambah ekstrem saat musim penghujan tiba dan kerap kali memicu kecelakaan bagi para pengendara roda dua.

Derasnya arus atensi publik membuat video viral ini ramai dibagikan ulang (repost) di pelbagai platform media sosial makro. Kolom komentar pun dibanjiri oleh keluhan senada dari masyarakat Banten.

“Kalau bukan karena kebutuhan, mungkin warga juga enggan lewat sini. Tapi ini akses utama masyarakat,” tulis salah satu netizen yang menyuarakan keluh kesahnya di kolom komentar.

Melalui momentum viralnya video “Mama Dhevano” ini, warga Desa Tanjungan menaruh harapan besar agar jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat dapat segera turun tangan memberikan intervensi perbaikan. Warga mendesak pengaspalan segera dilakukan agar aktivitas mobilisasi harian masyarakat dapat berjalan lebih lancar, aman, dan memanusiakan pengguna jalan. (RED/PDG)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan