
JAKARTA – Aktris sekaligus aktivis Cinta Laura Kiehl resmi mengemban tanggung jawab baru di ranah sosial. UNICEF Indonesia secara resmi mengumumkan penunjukan Cinta Laura sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia. Langkah ini menandai babak baru dalam dedikasi jangka panjang Cinta terhadap isu-isu kesejahteraan anak dan generasi muda di tanah air.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Cinta Laura selama ini dikenal vokal dalam menyuarakan isu pendidikan dan perlindungan anak. Bagi perempuan lulusan Columbia University ini, gelar tersebut bukan sekadar titel formal, melainkan sebuah amanah untuk menciptakan perubahan nyata.
Fokus pada Isu Prioritas
Sebagai Duta Nasional, Cinta akan memfokuskan advokasinya pada beberapa isu krusial yang tengah dihadapi anak-anak Indonesia, di antaranya:
-
Pencegahan Perkawinan Anak: Melanjutkan kampanye untuk menekan angka pernikahan usia dini yang menghambat masa depan anak.
-
Hak Pendidikan Layak: Memastikan setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi.
-
Pemberdayaan Generasi Muda: Mengajak anak muda untuk lebih peduli dan berani menyuarakan hak-hak mereka.
Aksi Nyata Hingga ke Papua
Tak butuh waktu lama bagi Cinta untuk menunjukkan komitmennya. Dalam rangkaian kegiatan awalnya, Cinta diketahui mengunjungi penduduk Asmat di Papua. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat setempat untuk berbagi pengalaman serta mendengarkan aspirasi mereka terkait fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“Peran ini adalah komitmen jangka panjang. Saya ingin memastikan bahwa suara anak-anak yang mungkin selama ini tidak terdengar, bisa sampai ke permukaan,” ungkap Cinta dalam keterangannya.

Rekam Jejak Filantropi
Sebelum didapuk menjadi Duta Nasional, Cinta memang sudah aktif mendukung berbagai inisiatif UNICEF secara independen. Jiwa sosialnya yang tinggi serta profilnya sebagai sosok inspiratif bagi Gen Z menjadikannya figur yang tepat untuk menjembatani pesan-pesan kemanusiaan UNICEF kepada masyarakat luas.
Dengan penunjukan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap hak-hak anak semakin meningkat, sejalan dengan visi UNICEF untuk menciptakan dunia yang layak bagi setiap anak.







Tinggalkan Balasan