
BREBES – Aroma tidak sedap yang menguar dari sebuah rumah di kawasan Desa Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi petunjuk awal terungkapnya sebuah tragedi kemanusiaan yang luput dari perhatian warga sekitar. Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan telah mengembuskan napas terakhirnya dalam kondisi jasad yang mulai membusuk di dalam kediamannya pada Jumat (22/5/2026).
Korban teridentifikasi bernama Bambang Herianto (70), seorang warga yang beralamat di Jalan Gunung Kumbang Dalam, RT 02/RW 05, Desa Kaligangsa Wetan. Peristiwa memilukan ini diperkirakan terjadi setelah korban meninggal dunia selama beberapa hari tanpa diketahui oleh siapa pun.
Kecurigaan Tetangga Berujung Temuan Tragis
Penemuan jasad lansia tersebut bermula dari kecurigaan yang dirasakan oleh salah seorang tetangga dekat korban, Nono Sutarno (56). Nono merasa ada yang tidak beres lantaran mencium bau busuk yang kian hari kian menyengat dari arah rumah Bambang. Di samping itu, korban yang biasanya terlihat beraktivitas di sekitar lingkungan, mendadak tidak pernah menampakkan diri ke luar rumah dalam beberapa hari terakhir.
Dorong oleh rasa penasaran dan khawatir, Nono berinisiatif mendatangi rumah korban untuk mencari tahu sumber bau tersebut. Saat mencoba mengintip situasi di dalam bangunan melalui celah jendela kaca, ia dikejutkan oleh pemandangan yang mengenaskan. Bambang terlihat sudah terbujur kaku dengan posisi terlentang di dalam ruangan.
Melihat pemandangan tersebut, Nono langsung bergegas mengabarkan temuan itu kepada warga sekitar dan berkoordinasi untuk meneruskan laporan ke pihak Polsek Brebes. Tidak berselang lama, aparat kepolisian bersama jajaran tim medis langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Pastikan Korban Meninggal Secara Alami
Kapolsek Brebes, AKP Prapto, mengonfirmasi bahwa setelah menerima aduan dari masyarakat, personel Polsek Brebes bersama petugas fungsi Samapta, tim kesehatan dari Puskesmas Kaligangsa, serta relawan PMI Brebes langsung melakukan pengamanan dan evakuasi di lokasi kejadian.
“Petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi, kemudian jenazah dibawa ke RSUD Brebes untuk dilakukan pemeriksaan luar,” terang AKP Prapto saat memberikan penjelasan mengenai penanganan jenazah.
Berdasarkan hasil visum luar dan rekam pemeriksaan medis yang dikeluarkan oleh tim dokter RSUD Brebes, petugas memastikan bahwa sama sekali tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik maupun indikasi penganiayaan pada tubuh korban. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kematian Bambang murni disebabkan oleh faktor sosiologis-medis dan bukan merupakan dampak dari sebuah tindak pidana kriminal.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kejadian ini murni meninggal dunia secara alami,” jelas Kapolsek Brebes.
Setelah seluruh rangkaian prosedur pemeriksaan hukum dan medis dinyatakan selesai, pihak rumah sakit langsung memandikan jenazah korban. Jasad Bambang kemudian diserahterimakan secara resmi kepada pihak keluarga yang datang untuk segera dibawa pulang dan dimakamkan secara layak.
Tragedi ini menjadi alarm pengingat bagi publik mengenai krusialnya membangun kepekaan sosial serta kepedulian antartetangga di lingkungan pemukiman, terutama terhadap warga lansia yang hidup sebatang kara agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. (RED/BBS)








Tinggalkan Balasan