oleh

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Kampung Ciupas Pandeglang Tumpah Ruah Ikuti Upacara Merah Putih

banner 468x60

PANDEGLANG – Gelora perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat hingga ke pelosok pedesaan di Banten. Hal ini tecermin dari antusiasme luar biasa warga Kampung Ciupas, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, yang berbondong-bondong menghadiri upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di Alun-Alun Kecamatan Pagelaran, Senin (17/8/2026).

Sejak pagi hari, kerumunan warga yang terdiri dari anak-anak, pemuda, orang tua, hingga deretan tokoh masyarakat dan perangkat desa tampak membaur harmonis menyusuri jalan menuju pusat upacara. Kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud nyata penghormatan atas jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan.

banner 336x280

Suasana di Alun-Alun Kecamatan Pagelaran berubah menjadi sangat khidmat tatkala prosesi pengibaran bendera Merah Putih dimulai. Seluruh peserta upacara tampak bersikap sempurna. Saat bendera perlahan ditarik menuju puncak tiang dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya, suasana haru dan rasa bangga seketika menyelimuti seluruh hadirin.

Baca Juga  Sokong Program Nasional Presiden Prabowo, SPPG Bama Pagelaran 016 Resmi Diluncurkan di Pandeglang

Kepala Desa Sukadame, Asep Rizal Chudori, S.IP., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif warga Kampung Ciupas dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Kampung Ciupas yang dengan penuh kesadaran hadir mengikuti upacara. Ini adalah bukti autentik kecintaan masyarakat pedesaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Asep.

Lebih jauh, Asep mengingatkan bahwa esensi dari peringatan kemerdekaan harus melampaui batas kegiatan seremonial. Momentum 17 Agustus idealnya menjadi pemantik untuk menyalakan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan kepekaan sosial di kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan sejati adalah ketika kita mampu mengambil nilai juang para pahlawan untuk diaplikasikan saat ini. Mari kita buktikan dengan menjaga lingkungan, merawat ketertiban, serta bahu-membahu mendukung laju pembangunan Desa Sukadame,” ajaknya.

Secara khusus, Asep juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar mengisi ruang kemerdekaan dengan aktivitas produktif dan positif, bukan terjerumus pada hal-hal yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan.

Baca Juga  Safari Ramadan ke PWNU, Gubernur Andra Soni Perkuat Sinergi Ulama-Umaro demi Banten Maju

Di tempat yang sama, salah seorang warga Kampung Ciupas, Dedi S., mengaku sangat bangga bisa berdiri di tengah lapangan dan memberikan penghormatan langsung kepada Sang Saka Merah Putih.

“Bagi kami masyarakat biasa, momen seperti ini sangatlah berarti. Selain untuk mengenang hari kemerdekaan, upacara ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar antardesa. Semua berkumpul dengan satu semangat yang sama,” tutur Dedi antusias.

Menurut Dedi, bendera Merah Putih adalah simbol sakral pemersatu identitas bangsa. Ia berharap, kegiatan kebangsaan seperti ini dapat terus dipupuk untuk mempererat kerukunan dan modal sosial warga.

“Harapan kami, semangat kemerdekaan ini tidak luntur begitu upacara selesai. Gotong royong, budaya saling membantu, dan kerukunan warga harus terus kita rawat bersama sepanjang waktu,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *