TANGERANG – Persoalan banjir di wilayah Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Warga Desa Pasir Ampo kini menyuarakan desakan keras kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera mengambil tindakan nyata terkait kondisi tanggul Sungai Cidurian yang memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (7/1/2026), kondisi tanggul yang berfungsi sebagai penahan luapan air sungai tersebut mengalami kerusakan parah. Tidak adanya perbaikan permanen membuat wilayah pemukiman warga rentan terendam banjir setiap kali debit air sungai meningkat.

Kondisi Tanggul Jebol di 5 Titik

Kerusakan pada infrastruktur penahan air ini terbilang cukup masif. Di Desa Pasir Ampo saja, tercatat ada lima titik tanggul yang jebol dengan total lebar kerusakan mencapai 115 meter. Celah yang begitu lebar ini membuat air Sungai Cidurian dengan mudah meluap dan merendam area pemukiman saat curah hujan tinggi.

Sudah Rusak Sejak 2015

Kekesalan warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanggul Sungai Cidurian ini diketahui sudah mengalami kerusakan atau jebol sejak tahun 2015 silam. Lambannya penanganan selama bertahun-tahun membuat warga terus dihantui rasa was-was akan ancaman banjir yang bisa datang sewaktu-waktu.

Warga Desa Pasir Ampo berharap Pemprov Banten tidak lagi menunda perbaikan. Mereka menuntut adanya normalisasi dan penguatan tanggul sesegera mungkin agar siklus banjir tahunan yang merugikan aktivitas dan ekonomi warga ini dapat dihentikan.