oleh

Arogan atau Tegas? Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ogah Perbaiki Jalan Rusak yang Diprotes Pakai Pohon Pisang

banner 468x60

MAROS – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terkait penanganan infrastruktur daerah mendadak memantik respons negatif dan sorotan tajam dari publik. Ucapan orang nomor satu di Sulsel tersebut dinilai antikritik setelah secara blak-blakan menegaskan tidak akan menyentuh atau memperbaiki akses jalan rusak yang diprotes warga dengan aksi teatrikal menanam pohon pisang.

Pernyataan menantang tersebut disampaikan Andi Sudirman di atas podium resmi saat menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Maros yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Maros, Selasa (7/7/2026). Potongan video pidato tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang protes dari netizen.

banner 336x280

Semakin Diprotes, Semakin Tidak Dikerjakan

Di hadapan para anggota legislatif dan pejabat daerah, Andi Sudirman secara terbuka mengekspresikan kekesalannya terhadap maraknya aksi protes warga di jagat maya, khususnya di platform TikTok, yang kerap memamerkan kondisi jalan rusak mirip kubangan yang ditanami pohon pisang sebagai simbol matinya fungsi pengawasan pemerintah.

“Kalau ditanami pisang, tidak akan saya kerja. Semakin ditanami pisang, semakin tidak saya kerja,” cetus Andi Sudirman dengan nada tinggi dalam potongan video yang beredar luas di media sosial.

Adik kandung Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ini berdalih bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebenarnya sedang menyusun perencanaan besar untuk membangun jalan sepanjang seribu kilometer. Namun, ia merasa terganggu dengan masifnya aksi protes pohon pisang tersebut dan meminta masyarakat untuk menghentikannya jika ingin jalan di wilayah mereka diakomodasi oleh dinas terkait.

Seolah ingin menunjukkan posisi tawarnya yang kuat di hadapan rakyat, Andi Sudirman bahkan mengungkit pengalamannya yang bebal dalam menghadapi berbagai tekanan demonstrasi massa, termasuk tuntutan pembangunan stadion olahraga yang menurutnya sempat mandek bertahun-tahun tanpa bisa mendikte kebijakan pribadinya.

Disemprot Netizen: “Kalau Tidak Bisa Jalani, Mundur!”

Tak butuh waktu lama bagi jagat maya untuk meledak. Mayoritas warganet mengecam keras sikap sang gubernur yang dinilai sangat kasar, egois, dan tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan yang mengayomi hak-hak dasar masyarakat selaku pembayar pajak.

Berbagai komentar pedas pun langsung menghujani akun-akun yang membagikan video viral tersebut. Salah satu kritik tajam yang paling banyak dikutip dan mendapat dukungan masif datang dari akun media sosial bernama Ver Vermi.

“Loh itu sudah menjadi tugasmu! Kalau tidak bisa jalani mundur. Mereka tanam pisang itu bentuk sebuah protes. Kalau memang tidak bisa mengikuti kemauan masyarakat, mundur saja!” semprot akun tersebut secara menohok.

Kendati banjir hujatan, sebagian kecil warganet tampak membela dengan dalih bahwa pernyataan gubernur merupakan bentuk ketegasan agar masyarakat menyalurkan aspirasi melalui saluran birokrasi resmi, bukan dengan aksi fisik di jalanan yang berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, skandal ucapan “boikot jalan rusak” ini masih menduduki posisi teratas perbincangan hangat di linimasa. Pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri terpantau masih memilih bungkam dan belum mengeluarkan rilis atau penjelasan resmi guna meluruskan konteks utuh dari pidato kontroversial sang gubernur.

banner 336x280
Baca Juga  Pertamina Olah Minyak Jelantah Jadi BBM Hijau di Kilang Cilacap

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *