oleh

Satu Dekade Dibiarkan Hancur Lebur, Akses Vital Nambo–Sidamukti Ciamis Sumbat Urat Nadi Sekolah dan Ekonomi Warga

banner 468x60

CIAMIS – Ketimpangan pembangunan infrastruktur yang dibiarkan menahun kembali mencekik aktivitas masyarakat di pelosok Jawa Tengah-Jawa Barat. Akses Jalan Nambo–Sidamukti yang membentang di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini dalam kondisi rusak parah dan hancur lebur.

Padahal, status jalur ini merupakan jalan kabupaten yang bertindak sebagai urat nadi perekonomian regional sekaligus akses tunggal menuju fasilitas pendidikan bagi anak-anak sekolah. Absennya nyali pemerintah daerah untuk mengeksekusi perbaikan membuat warga di kawasan ini terisolasi secara perlahan.

banner 336x280

Ladang Kerikil dan Kubangan Air: 1,5 Kilometer Jalur Maut

Berdasarkan investigasi visual di lapangan, jalur sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut kini dipenuhi oleh lubang-lubang menganga berukuran besar. Lapisan aspalnya dilaporkan sudah lama terkelupas tak bersisa, menyisakan berserakannya kerikil tajam serta kubangan air keruh yang menyerupai kolam saat diguyur hujan deras.

Kondisi ekstrem ini menjadi pemicu utama meroketnya angka kecelakaan lalu lintas. Banyak pengendara sepeda motor, terutama anak-anak sekolah dan kaum ibu, yang tergelincir jatuh akibat terjebak atau kehilangan keseimbangan saat berusaha menghindari jebakan lubang tersebut.

Baca Juga  Terisolasi di Tanah Sendiri: Warga Cirinten Lebak Menjerit, 3 Kilometer Jalan Rusak Parah Dibiarkan Telantar

Sur, salah seorang warga setempat, meluapkan kegelisahannya atas pembiaran tanpa batas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis.

“Jalan ini merupakan akses vital ekonomi warga, serta akses utama bagi anak-anak untuk pergi sekolah menuju SDN 2 Cintajaya, SMPN 2 Lakbok, maupun SMAN 1 Lakbok. Maka dari itu, kami memohon kepada Bupati Ciamis melalui dinas terkait agar segera memperbaiki jalan ini demi kelancaran ekonomi dan pendidikan,” desak Sur kepada harapanrakyat.com, Minggu (12/7/2026).

Pemdes Kebingungan Ditagih Warga, Usulan Dinas Hanya Berakhir Jadi Formalitas

Carut-marutnya infrastruktur di perbatasan Lakbok ini diaminkan oleh Perangkat Desa Cintajaya, Dino. Ia membenarkan bahwa bentang jalan kabupaten tersebut sudah hampir satu dekade merana tanpa menyentuh anggaran perawatan fisik dari Dinas PUPR setempat.

“Terakhir ada perbaikan itu tahun 2016 silam. Jadi sudah sekitar 10 tahunan tidak ada perbaikan lagi, makanya sekarang kondisinya rusak parah,” beber Dino secara transparan.

Dino menegaskan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cintajaya tidak tinggal diam dan terus melayangkan usulan dalam Musrenbang tingkat kecamatan hingga kabupaten. Ironisnya, meski tim survei teknis dari dinas terkait dilaporkan sudah bolak-balik datang memotret dan meninjau lokasi, realisasi pengaspalan Jalan Nambo–Sidamukti hanya berakhir sebagai janji manis di atas kertas.

“Harapan kami tentunya Pak Bupati bisa segera menurunkan anggaran untuk perbaikan Jalan Nambo-Sidamukti ini. Jujur, kami pihak desa juga sudah kebingungan untuk memberikan jawaban setiap kali masyarakat menanyakannya. Karena statusnya adalah jalan kabupaten, maka kewenangan perbaikan sepenuhnya ada di pemkab,” pungkas Dino dengan nada kecewa.

Kini, bola panas berada di tangan pemangku kebijakan di Kabupaten Ciamis. Warga menuntut aksi nyata sebelum jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat infrastruktur publik yang sengaja ditelantarkan hingga ringsek.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *