BREBES – Kemarahan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, akhirnya memuncak. Setelah menderita akibat matinya aliran air bersih selama tiga bulan terakhir, warga setempat secara resmi melayangkan ultimatum kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Dawuhan untuk segera memberikan solusi nyata dalam waktu 2×48 jam.

Krisis air ini dinilai sudah di luar batas kewajaran karena sangat mengganggu aktivitas rumah tangga, ibadah, hingga kesehatan lingkungan warga di lereng Gunung Slamet tersebut.

Warga Bergerak Menuntut Hak Dasar

Gerakan protes ini dipicu oleh ketidakjelasan penanganan dari pihak pengelola air desa maupun pemerintah desa setempat. Perwakilan warga menyampaikan bahwa selama tiga bulan, mereka harus bersusah payah mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh dan memakan waktu serta biaya ekstra.

“Kami sudah cukup bersabar selama tiga bulan ini. Namun, sampai sekarang belum ada perbaikan yang signifikan. Kami beri waktu 2×48 jam bagi Pemdes untuk mengalirkan kembali air bersih ke rumah-rumah warga,” tegas salah satu koordinator warga dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Penyebab Matinya Aliran Air

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kendala teknis pada pipa transmisi dan distribusi menjadi alasan utama mampetnya aliran air. Namun, warga menilai proses perbaikan berjalan sangat lamban dan tidak transparan.

Kondisi geografis Desa Dawuhan yang berada di dataran tinggi seharusnya memudahkan akses air bersih, namun buruknya manajemen pengelolaan air bersih (Pamsimas atau pengelola lokal) membuat ribuan warga terdampak krisis ini secara berkepanjangan.

Ancam Aksi Lebih Besar

Warga menegaskan, jika dalam waktu dua hari (2×48 jam) air tetap tidak mengalir, mereka akan melakukan aksi massa yang lebih besar ke balai desa untuk menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa dan jajaran pengurus pengelola air.

“Air adalah kebutuhan pokok. Kami membayar kewajiban kami, tapi hak kami tidak terpenuhi selama berbulan-bulan. Jangan salahkan warga jika nantinya ada pergerakan massal,” tambah perwakilan warga lainnya.

Tanggapan Pemerintah Desa

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Dawuhan dikabarkan tengah melakukan rapat darurat dengan teknisi dan pengelola air untuk merespons ultimatum warga tersebut. Warga berharap ada langkah teknis yang cepat, seperti penggantian pipa yang rusak atau normalisasi debit air dari sumber mata air.