
BOGOR – Warga di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan perubahan kondisi air Sungai Cidurian yang mendadak berubah warna menjadi hitam pekat pada Kamis (16/4/2026). Selain perubahan warna yang drastis, air sungai tersebut juga mengeluarkan aroma bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Fenomena ini segera memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang masih bergantung pada aliran sungai untuk kebutuhan sanitasi dan pertanian. Banyak warga menduga kondisi ini diakibatkan oleh pembuangan limbah industri atau aktivitas ilegal yang mencemari hulu sungai.
Tanggapan Kepala Desa
Merespons keresahan warga, Kepala Desa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Kades membenarkan bahwa kondisi air Sungai Cidurian saat ini sangat tidak wajar dan berpotensi merusak ekosistem serta membahayakan kesehatan warga.
“Kondisinya memang hitam pekat dan baunya cukup menusuk. Kami sudah menerima laporan dari warga dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya saat memberikan tanggapan kepada media.
Pihak desa juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk segera mengambil sampel air dan melakukan investigasi mendalam guna mencari tahu sumber utama pencemaran tersebut.

Desakan Penindakan Tegas
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas kepada oknum atau perusahaan yang terbukti membuang limbah ke aliran sungai. Pencemaran ini dianggap sangat merugikan, mengingat Sungai Cidurian merupakan salah satu aliran air utama di wilayah Bogor bagian barat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di aliran sungai dan tidak mengonsumsi air tersebut sampai ada hasil uji laboratorium resmi yang menyatakan air tersebut aman.









Tinggalkan Balasan