MAKASSAR – Upaya menyelaraskan kompetensi lulusan sekolah vokasi dengan kebutuhan dunia kerja terus diperkuat. SMK Negeri 3 Makassar bekerja sama dengan PT Megah Putra Sejahtera (Suzuki Pettarani Makassar) menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berbasis industri yang diikuti oleh 85 peserta didik mulai 16 hingga 18 April 2026.

Hingga hari kedua pelaksanaan pada Jumat (17/4/2026), para siswa dari tiga rombongan belajar (rombel) ini telah diuji melalui empat job sheet yang disusun khusus berdasarkan standar teknis Suzuki. Langkah ini diambil agar evaluasi kemampuan siswa benar-benar mencerminkan kondisi nyata di bengkel profesional.

Sertifikasi Berlisensi Industri

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Heri Sumiharjo, S.Pd., M.Ed., saat meninjau langsung lokasi ujian, menekankan pentingnya konsep link and match. Menurutnya, pengujian langsung oleh pihak industri memberikan nilai tawar yang jauh lebih tinggi bagi para lulusan.

“Peserta didik harus memahami standar penilaian industri. Sertifikat yang dihasilkan nantinya bukan hanya formalitas, tetapi berlisensi industri sehingga memiliki daya saing tinggi di dunia kerja,” tegas Heri Sumiharjo.

Senada dengan itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Andi Amran, S.E., M.Si., menambahkan bahwa keterlibatan industri menjamin objektivitas hasil ujian. Tanpa intervensi pihak sekolah, hasil UKK menjadi potret murni kompetensi siswa yang siap dilepas ke pasar kerja.

Kolaborasi Manajemen dan Profesional

Kegiatan strategis ini dipawal langsung oleh Kepala SMKN 3 Makassar, Nuraliyah, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran manajemen sekolah. Penguatan aspek teknis juga diperketat dengan melibatkan tim penguji eksternal dari kalangan profesional dan praktisi pendidikan guna memastikan standar kualitas tetap terjaga.

Meski dua tenaga pendidik utama, Edy Tarmanto dan Dr. Muh. Komeni, tengah mengikuti program upskilling di Malang, proses pengujian tetap berjalan solid di bawah pengawasan Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Hamsir Ardiansyah.

Implementasi Teori Charles Prosser

Model UKK ini secara tidak langsung menerapkan prinsip Charles Prosser, tokoh vokasi dunia, yang menyebut pendidikan vokasi paling efektif jika dilakukan dalam lingkungan yang menyerupai kondisi kerja sesungguhnya. SMKN 3 Makassar berupaya menciptakan ekosistem tersebut agar siswa tidak kaget saat terjun ke industri otomotif yang dinamis.

Melalui sinergi ini, SMKN 3 Makassar optimistis mampu melahirkan tenaga profesional muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas kerja standar global yang berkontribusi pada ekonomi nasional.

Pewarta: Fajar Ahmad wahyuddin

Editor: Redaksi