JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi pusat perhatian publik setelah munculnya rincian anggaran sebesar Rp1,13 miliar yang dialokasikan khusus untuk jasa Event Organizer (EO). Menanggapi riuh rendahnya kritik dari masyarakat, Kepala BGN akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi terkait peruntukan dana tersebut.

Anggaran jumbo tersebut awalnya memicu perdebatan di media sosial, di mana banyak pihak mempertanyakan urgensi penggunaan jasa pihak ketiga dengan nilai mencapai miliaran rupiah di tengah fokus pemerintah pada penghematan anggaran.

Kepala BGN menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut bukan sekadar untuk seremoni, melainkan digunakan untuk rangkaian kegiatan sosialisasi masif dan koordinasi teknis di berbagai wilayah terkait program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggaran tersebut dialokasikan untuk memfasilitasi pertemuan koordinasi skala besar yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dari berbagai daerah. Penggunaan jasa profesional (EO) diperlukan agar manajemen acara berjalan efektif dan efisien,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, pihak BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan jasa tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berlaku. Ia juga menjamin bahwa transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama dalam penggunaan anggaran negara.

Meski telah memberikan klarifikasi, sejumlah pengamat kebijakan publik tetap mengingatkan agar lembaga baru seperti BGN harus lebih berhati-hati dalam menyusun skala prioritas anggaran agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan di mata masyarakat.