oleh

Enam Tahun Bencana Berlalu, Siswa MI Irsyadul Ibad Lebakgedong Bertahan Belajar Lesehan di Bangunan Hancur

banner 468x60

LEBAK – Gemuruh dan derap langkah puluhan siswa tetap memenuhi ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Irsyadul Ibad di Kampung Padurung, Desa Lebaksangka, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten. Semangat belajar mereka tak pernah padam, meski kondisi bangunan sekolah tempat mereka menimba ilmu nyaris tak lagi berbentuk.

Enam tahun sudah berlalu sejak musibah banjir bandang dan tanah longsor dahsyat menerjang wilayah Lebak pada awal tahun 2020 silam. Namun, trauma dan kehancuran fasilitas pendidikan di madrasah ini seolah tak tersentuh perbaikan hingga saat ini.

banner 336x280

Dinding Retak, Ruang Guru Hancur, hingga Belajar Lesehan di Floor Lantai

Kondisi MI Irsyadul Ibad kini sangat memprihatinkan. Dinding-dinding bangunan mengalami retak parah, ruang guru hancur total, fasilitas toilet tak lagi berfungsi, serta ketersediaan sarana mebeler seperti meja dan kursi belajar sangat jauh dari kata mencukupi.

Guna menyiasati keterbatasan tempat, sebagian murid terpaksa menggelar buku di atas lantai tanpa alas (lesehan) untuk menyerap materi pelajaran dari guru.

“Sejak banjir bandang dan longsor melanda tahun 2020, kondisinya dibiarkan seperti ini tanpa perbaikan. Ruang guru hancur, kelas rusak berat, toilet tak bisa dipakai. Beberapa anak terpaksa belajar di lantai, bahkan kelas cuma disekat seadanya sampai suara dari kelas sebelah kerap mengganggu,” ungkap Wahyudin Sutiawan, salah seorang guru MI Irsyadul Ibad, Senin (3/8/2026).

+------------------------------------------------------------------------+
|                     Potret Fakta MI Irsyadul Ibad                      |
+------------------------------------------------------------------------+
| Lokasi Sekolah     : Kampung Padurung, Desa Lebaksangka, Lebakgedong   |
| Jumlah Siswa/Guru  : 90 Murid | 6 Guru | 1 Kepala Sekolah              |
| Ruang Aktif        : Hanya 2 Ruang Kelas (Dipakai Bergantian & Disekat)|
| Kondisi Fasilitas  : Ruang Guru Hancur, Toilet Rusak, Lesehan Lantai   |
| Penyebab Kerusakan : Dampak Bencana Banjir Bandang & Longsor 2020      |
+------------------------------------------------------------------------+

Isak Tangis Guru Menyaksikan Kegigihan 90 Anak Didik

Saat ini, MI Irsyadul Ibad menampung sekitar 90 siswa yang didampingi oleh enam orang guru serta seorang kepala sekolah. Karena hanya memiliki dua ruangan tersisa yang layak pakai, proses belajar mengajar harus disesuaikan dalam kepungan keterbatasan.

Wahyudin mengaku kerap menahan air mata setiap kali melangkah masuk ke dalam kelas. Rasa haru dan prihatin berkecamuk melihat antusiasme anak-anak yang belajar membaca dan menulis di atas lantai dingin.

“Saya sering menangis setiap mau melangkah masuk ke kelas. Melihat kondisi ruangan hancur seperti ini rasanya sedih sekali. Anak-anak sangat semangat belajar, tetapi mereka sejatinya berhak mendapatkan ruang sekolah yang jauh lebih layak, aman, dan nyaman,” tuturnya pilu.

Kisah dari pelosok Lebakgedong ini menjadi tampar keras sekaligus pengingat bahwa pemenuhan hak dasar pendidikan anak-anak penyintas bencana di pelosok Banten masih butuh perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun Kementerian Agama.

banner 336x280
Baca Juga  Pendaftaran Sekolah Maung SMAN 1 Depok Dibuka Kembali: Syarat Domisili KK Jabar Jadi Aturan Mutlak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *