
SUBANG – Tragedi kemanusiaan yang memilukan kembali mengoyak ketenteraman publik. Warga Dusun Kelep, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak digemparkan oleh penemuan sesosok jasad bayi laki-laki dalam kondisi yang sangat mengenaskan di samping tempat pembuangan sampah pada Senin (13/7/2026).
Saat pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas, kondisi jasad bayi malang tersebut terbilang sangat tragis. Pelaku pembuangan sengaja mengubur tubuh korban secara asal-asalan dengan posisi setengah badan, hingga menyisakan kedua kaki mungilnya menyembul ke permukaan tanah.
Dikira Boneka Mainan Saat Saksi Hendak Buang Air Kecil
Ato Saputro, seorang warga setempat yang juga bertindak sebagai saksi mata kunci, membeberkan detik-detik penemuan mengerikan tersebut. Insiden itu berawal secara tidak sengaja ketika dirinya baru saja pulang dari fasilitas kesehatan.
“Ceritanya saya habis mengantar orang tua berobat ke puskesmas. Pas balik, saya mau kencing di sekitar situ dan mendadak melihat ada kaki. Awalnya saya kirain itu cuma kaki mainan atau boneka yang dibuang. Tapi setelah saya mendekat dan periksa secara teliti, ternyata itu jasad bayi beneran. Kondisinya terkubur dangkal dan cuma kelihatan bagian kakinya saja,” ungkap Ato kepada awak media dengan nada bergetar.
Mendengar laporan kepanikan warga, petugas Bhabinkamtibmas Polsek Pusakanagara berkolaborasi dengan Babinsa Koramil Pusakanagara langsung bergerak cepat meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
Bersama tim medis, petugas mengevakuasi jasad bayi dari lubang kubur darurat yang ternyata hanya digali dengan kedalaman dangkal sekitar 10 sentimeter saja.
Hasil Visum Medis: Bayi Diduga Sudah Tewas Lebih dari Tiga Hari
Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut langsung dilarikan ke ruang jenazah Puskesmas Pusakanagara guna menjalani pemeriksaan anatomi luar (visum et repertum awal) oleh tim medis bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Subang.
Dokter Puskesmas Pusakanagara, dr. Alvian Riziq, menjelaskan dari hasil pemeriksaan medis luar, korban diperkirakan sudah meninggal dunia dan dikuburkan oleh pelaku di lokasi tersebut selama beberapa hari.
“Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, bayi tersebut diperkirakan sudah terkubur lebih dari tiga hari. Proses degradasi biologis atau pembusukan pun terpantau sudah mulai terjadi pada beberapa bagian jasad korban,” jelas dr. Alvian Riziq secara teknis.
Hingga berita ini diterbitkan, puluhan personel Satreskrim Polres Subang bekerja sama dengan Polsek Pusakanagara tengah memblokade area penemuan guna melakukan olah TKP lanjutan. Polisi kini fokus melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan keterangan para saksi, serta melacak daftar kehamilan di sekitar wilayah Desa Rancadaka guna memburu orang tua tidak bertanggung jawab yang tega membuang darah dagingnya sendiri.














Komentar