oleh

SD Taraban 6 Brebes Ambruk Usai Hujan Deras, Siswa Terpaksa Belajar Darurat di Perpustakaan

banner 468x60

BREBES – Kondisi infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan kembali memakan korban bangunan. Sebuah ruang kelas di SD Taraban 6, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dilaporkan ambruk pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Beruntung, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

banner 336x280

Bangunan Rapuh Meski Baru Direhabilitasi

Ruang kelas yang ambruk merupakan ruang belajar untuk kelas 1. Atap bangunan tersebut runtuh total akibat kondisi konstruksi yang sudah lama rapuh. Ironisnya, bangunan yang rusak ini merupakan hasil rehabilitasi pada tahun 2018, yang kini memicu pertanyaan terkait kualitas pembangunan dan pengawasannya saat itu.

Baca Juga  Ukir Sejarah Swasembada Pangan, Peletakan Batu Pertama Peternakan Sapi Perah Terpadu Terbesar Se-Indonesia Resmi Dimulai di Brebes

Guru olahraga setempat, Hendra Darmawan, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah mendeteksi kerusakan pada bagian kuda-kuda atap sejak lama. “Sejak Januari ruang kelas itu sudah dikosongkan karena kondisinya membahayakan,” jelas Hendra.

Siswa Belajar di Perpustakaan dan Sistem Shift

Akibat musibah ini, aktivitas belajar mengajar di SD Taraban 6 terganggu secara signifikan:

  • Kelas 1: Sebanyak 27 siswa terpaksa mengungsi dan belajar di ruang perpustakaan.

  • Sistem Bergantian: Siswa kelas lain terpaksa berbagi ruang kelas secara bergantian.

  • Pengosongan Massal: Demi keselamatan, ruang kelas 3, kelas 5, hingga ruang UKS kini ikut dikosongkan karena berada dalam satu bangunan yang sama dan dinilai berisiko.

Kepala SD Taraban 6, Suslihatun SPd, memastikan bahwa pihak sekolah telah melakukan langkah darurat dengan mengamankan area sekitar dan menurunkan genting yang rawan jatuh.

Desakan Penanganan Infrastruktur

Pihak Korwilcam Satpendik Paguyangan dilaporkan telah meninjau lokasi untuk penanganan awal. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi secara menyeluruh infrastruktur pendidikan demi menjamin keselamatan 153 siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *