
BREBES – Sebanyak empat desa di wilayah Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, terendam banjir pada Jumat, 6 Februari 2026 pagi. Musibah ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Ciapit di Desa Mundu serta limpasan air sungai yang tidak mampu menampung debit hujan yang tinggi.
Adapun empat desa yang terdampak cukup parah meliputi Desa Mundu, Desa Luwungbata, Desa Karangreja, dan Desa Sidakaton. Air dilaporkan mulai memasuki pemukiman warga sejak pukul 03.00 WIB dini hari saat sebagian besar warga masih terlelap.
Penyebab Banjir: Tanggul Jebol di Desa Mundu
Berdasarkan informasi di lapangan, jebolnya tanggul di wilayah Desa Mundu menjadi titik utama meluapnya air Kali Ciapit ke pemukiman dan lahan pertanian. Selain itu, kondisi diperparah dengan adanya limpasan air di titik-titik rendah di Desa Karangreja dan Luwungbata.
Sekretaris Camat Tanjung, Nanang Nur Rozak, mengonfirmasi bahwa saat ini tim di lapangan tengah berupaya memetakan dampak kerusakan.
“Kondisi keempat desa saat ini masih tergenang. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Nanang.
Penanganan Darurat dan Bantuan
Pihak Kecamatan Tanjung telah melakukan koordinasi cepat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes. Fokus utama saat ini adalah melakukan penanganan darurat di titik tanggul yang jebol.
“Kami akan upayakan penanganan darurat menggunakan karung pasir untuk membuat tanggul sementara di Desa Mundu. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir luapan air akan meluas ke desa-desa tetangga,” tambahnya.
Selain penanganan infrastruktur, Pemerintah Kecamatan Tanjung juga sedang menyiapkan bantuan logistik untuk segera didistribusikan kepada warga yang terdampak banjir.
Keluhan Warga: Banjir Terulang Kembali
Salah seorang warga Desa Luwungbata, Andri, menyebutkan bahwa genangan kali ini cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, air tidak hanya merendam jalanan, tetapi juga sudah masuk ke dalam rumah warga dan merusak lahan persawahan.
“Air masuk jam 3 pagi. Terakhir banjir seperti ini sudah lama sekali, dan sekarang terulang lagi seperti beberapa tahun lalu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk memantau debit air dan membantu warga yang membutuhkan evakuasi barang-barang berharga.














Komentar