oleh

Warga Gunung Sindur Tersiksa Bau Asap dan Kebisingan Pabrik Sosis, DLH Bogor Buka Suara!

banner 468x60

BOGOR – Amarah warga Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, akhirnya tumpah di media sosial Threads. Lewat akun @ny.dndsptnds, warga menelanjangi borok aktivitas pabrik pengolahan sosis milik PT Petra Sejahtera Abadi (PSA) yang nekat beroperasi secara ugal-ugalan di tengah permukiman padat penduduk.

Jeritan publik ini memaksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor buka suara. Instansi penegak hukum lingkungan ini akhirnya mengakui bahwa korporasi tersebut memang kerap melanggar aturan baku mutu lingkungan.

banner 336x280

Anak Warga Kena Pneumonia, Cerobong Pabrik Terus Semburkan Racun

Penderitaan warga bermula ketika PT PSA melakukan ekspansi pabrik secara masif tepat di depan rumah penduduk. Mesin blower raksasa milik perusahaan terus-menerus memuntahkan suara bising dan getaran hebat yang merusak ketenangan warga. Tak hanya itu, cerobong asap pabrik juga rutin menebar aroma menyengat yang menyesakkan dada.

“Bukan cuma suara saja, tetapi kami juga masih mencium aroma yang pekat. Entah itu bau kimia, ataupun dari batu bara yang keluar dari cerobong asap tersebut,” tulis korban dalam unggahan Threads yang viral.

Dampak nyata dari polusi udara ini mulai memakan korban jiwa. Pemilik akun mengungkapkan fakta miris bahwa buah hatinya kini mengidap penyakit pneumonia akibat menghirup udara beracun dari aktivitas pabrik tersebut.

Ironisnya, paguyuban warga yang mencoba mencari keadilan justru membentur tembok tebal. Laporan berantai yang mereka layangkan ke DLH Kabupaten Bogor selama ini menguap begitu saja tanpa ada kejelasan solusi konkret.

DLH Bogor Berdalih Sudah Awasi Sejak 2023

Menanggapi tudingan miring netizen, Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Kabupaten Bogor, Riri Agustina, langsung pasang badan. Riri membantah jika DLH baru bekerja setelah kasus ini menjadi gunjingan publik.

Riri mengklaim bahwa tim penegak hukum DLH telah memantau sepak terjang PT PSA secara berkala sejak tahun 2023. Dalam masa pengawasan tersebut, DLH secara blak-blakan mengonfirmasi temuan rapor merah terkait operasional pabrik sosis tersebut.

“Kami telah melakukan pengawasan terhadap perusahaan tersebut secara berkelanjutan dan bukan baru bergerak setelah ada unggahan di media sosial. Kami sempat menemukan pelanggaran, termasuk tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu,” cetus Riri di Cibinong.

Kini, warga Gunung Sindur menuntut langkah nyata dari Pemkab Bogor. Masyarakat tidak lagi butuh janji manis “pengawasan berkelanjutan”, melainkan tindakan tegas berupa penyegelan atau relokasi pabrik demi menyelamatkan paru-paru anak-anak mereka.

Pengakuan DLH Bogor yang menyebut telah mengawasi pabrik sejak 2023 justru menjadi blunder besar. Jika DLH sudah mengetahui adanya pelanggaran baku mutu sejak lama, mengapa mereka membiarkan mesin perusak kesehatan itu terus beroperasi hingga memakan korban? DLH Bogor berutang penjelasan transparan kepada publik!

banner 336x280
Baca Juga  Rahasia Omzet Melejit Rp1 Juta Per Hari: Kisah Ken, Penjual Ketoprak "Sleding Pagar" Viral di Bogor!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *