
BREBES – Tradisi berburu takjil saat Ramadan kembali menghadirkan suasana semarak di Desa Cikakak. Kawasan yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini menjelma menjadi pusat kuliner dadakan yang dipadati warga setiap sore.
Sejak pukul 15.00 WIB, jalan utama desa mulai dipenuhi pemburu takjil. Para pedagang pun langsung membuka lapak dan menyajikan aneka hidangan khas Nusantara. Deretan stan makanan terlihat berjajar rapi, sehingga memudahkan pengunjung memilih menu berbuka puasa.
Surga Takjil di Perbatasan Jawa Tengah
Lebih lanjut, Kecamatan Banjarharjo terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat. Letaknya yang strategis di wilayah perbatasan membuat kawasan ini selalu ramai, terutama saat momentum Ramadan.
Di sisi lain, para pelaku UMKM secara aktif menghadirkan beragam hidangan. Mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat khas daerah, semuanya tersedia dalam satu kawasan. Keanekaragaman ini pun menjadikan Cikakak sebagai “miniatur kuliner Nusantara” yang mampu menggoda selera siapa saja.
Ramai oleh Pemudik dan Warga Lokal
Tak hanya itu, suasana semakin semarak ketika para pemudik mulai berdatangan. Mereka turut meramaikan kawasan sekaligus menghidupkan kembali interaksi sosial di kampung halaman.

Selain berburu takjil, para pengunjung juga memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi. Bahkan, banyak perantau yang sengaja datang lebih awal untuk bernostalgia dengan suasana Ramadan di desa.
“Setiap tahun pasti ramai, apalagi kalau sudah mendekati waktu berbuka,” ujar salah satu pedagang.
Jalan Utama Dipadati Pemburu Takjil
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, arus lalu lintas di jalan utama desa pun ikut terdampak. Kendaraan terlihat melambat karena padatnya aktivitas jual beli di sepanjang jalan.
Meski demikian, kondisi ini justru menambah daya tarik kawasan tersebut. Warga tampak antusias berburu takjil, sementara para pedagang terus melayani pembeli hingga menjelang waktu berbuka.
Dongkrak Ekonomi Warga
Di sisi ekonomi, ramainya pasar takjil secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pelanggan.
Dengan demikian, Desa Cikakak tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner musiman, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang terus berkembang setiap tahunnya.









Tinggalkan Balasan