
PANDEGLANG — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Komando Resort Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang institusi pertahanan tersebut dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah di Provinsi Banten. Sejak resmi berdiri pada 16 Mei 1966 hingga pertengahan Mei 2026 ini, Korem 064/Maulana Yusuf dinilai konsisten menjalankan fungsi strategisnya sebagai garda terdepan pengawal kedaulatan negara.
Apresiasi dan penghormatan tinggi atas dedikasi jajaran TNI tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI (BPC HIPKA) Kabupaten Pandeglang, Dede Abdurrahman.
Simbol Pengabdian yang Menyatu dengan Rakyat
Menurut Dede, eksistensi Korem 064/Maulana Yusuf selama enam dekade tidak hanya merepresentasikan kekuatan militer semata, melainkan juga menjadi simbol pengabdian yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat Banten. Ia menilai stabilitas sosial yang terpelihara dengan baik di lapangan merupakan buah manis dari sinergi yang harmonis antara aparat pertahanan, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif publik.
“Enam puluh tahun bukan sekadar hitungan usia institusi, melainkan rekam jejak pengabdian yang sarat dengan nilai loyalitas, disiplin, dan dedikasi terhadap bangsa dan negara,” ujar Dede Abdurrahman dalam keterangan resminya.
Kolaborasi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Dede Abdurrahman, yang juga diketahui mengemban amanah strategis sebagai Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pandeglang, menekankan bahwa TNI selama ini telah berhasil menciptakan kondusivitas wilayah. Langkah tersebut krusial dalam membentengi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi ancaman, baik yang datang dari internal maupun eksternal.
Dalam pernyataannya, ia menaruh harapan besar agar Korem 064/Maulana Yusuf dapat senantiasa mempertahankan profesionalisme, ketangguhan, dan integritas dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan di masa depan.

“Kami ucapkan selamat ulang tahun ke-60 Korem 064/Maulana Yusuf. Semoga tetap kukuh, kuat, hebat, serta profesional dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI,” tutur tokoh muda Pandeglang tersebut.
Ketahanan Berbasis Sinergisitas
Peringatan enam dekade ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen di Provinsi Banten bahwa ketahanan bangsa tidak semata-mata dibangun melalui penguatan aspek militer. Kolaborasi yang berkeadaban antara instansi negara dan masyarakat sipil menjadi pilar utama.
Dalam perspektif tersebut, kehadiran TNI dipandang sebagai bagian integral yang tidak terpisahkan dari upaya merawat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai kebangsaan di tengah hantaman dinamika zaman yang kian kompleks. (DED/PDG)








Tinggalkan Balasan