LEBAK – Insiden kebakaran melanda aset infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Lebak, Banten. Satu unit bangunan shelter milik operator seluler Indosat yang berada di dalam kawasan menara telekomunikasi PT Mitratel, Kampung Ketug Pabuaran, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, hangus dilalap si jago merah pada Selasa (16/6/2026) sore.

Peristiwa mencekam tersebut pertama kali terendus oleh warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian. Warga sempat teledor karena mengira kepulan asap dan bau menyengat yang menusuk hidung murni berasal dari aktivitas pembakaran sampah rumah tangga yang lumrah dilakukan warga sekitar.

Namun, kecurigaan mencuat lantaran intensitas bau gosong kian pekat. Saat dilakukan penelusuran ke pusat sumber asap, warga terkejut melihat kobaran api sudah berkecamuk hebat mengurung bangunan shelter mini di area steril tower.

“Saya mencium bau gosong. Awalnya saya kira ada sampah yang dibakar, ternyata shelter di area tower sudah terbakar,” ungkap Saepudin (43), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (16/6/2026).

Dua Unit Armada Damkar Jinakkan Api

Sadar akan potensi bahaya ledakan, Saepudin bergerak cepat melaporkan petaka tersebut kepada petugas operasional PT Mitratel yang diteruskan ke markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lebak.

Merespons panggilan darurat yang masuk sekitar pukul 16.00 WIB, petugas Damkar langsung menerjunkan dua unit armada mobil pemadam beserta personel rescue ke titik lokasi. Berkat kesigapan petugas di lapangan, suplai oksigen api berhasil diisolasi dan dijinakkan dalam waktu cepat sebelum merembet memutus kabel transmisi utama atau merusak struktur fisik menara.

Komandan Regu Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Cipanas, Asep Johari, memaparkan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, sistem kelistrikan internal diduga menjadi pemicu utama petaka tersebut.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik di dalam area shelter,” terang Asep Johari secara ringkas.

Hanya Berimbas pada Perangkat Indosat

Berdasarkan data teknis di lapangan, menara telekomunikasi setinggi puluhan meter tersebut merupakan aset infrastruktur milik PT Mitratel yang digunakan secara bersamaan (sharing tower) oleh tiga operator seluler raksasa nasional, yakni Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata. Namun, lokalisasi dampak kerusakan akibat amukan api dilaporkan hanya melumat habis kompartemen shelter elektrikal kepunyaan Indosat.

Sementara itu, petugas maintenance PT Mitratel dari mitra PT Infratel, Jumron, mengaku terkejut atas insiden ini karena selama ini sistem proteksi menara dirawat secara berkala. Ia menyebut fungsi timnya hanya terbatas pada pemeliharaan fisik luar area, sedangkan penanganan teknis hardware perangkat murni otoritas teknisi khusus operator.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Indosat maupun Mitratel belum merilis pernyataan resmi terkait estimasi nilai kerugian materiil maupun ada tidaknya gangguan degradasi jaringan (signal drop) yang dirasakan oleh para pelanggan di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya. Aparat kepolisian setempat kini telah memasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut.