SERANG – Suasana Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel Aston Serang mendadak mencekam pada Selasa (21/4/2026). Forum strategis yang dihadiri oleh Forkopimda dan dinas terkait tersebut berubah menjadi ajang pelampiasan emosi oleh seorang pria yang diduga merupakan pegawai BGN Pusat.

Aksi arogan pria tersebut terekam dalam video yang kini viral di media sosial, memperlihatkan betapa tegangnya situasi saat kata-kata kasar terlontar di tengah forum resmi pemerintahan.

Sebut Peserta Tak Kompeten Baca Juknis

Ketegangan bermula saat pria tersebut mempertanyakan pemahaman para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) program. Ia menilai para peserta, yang sebagian mengenakan rompi resmi BGN, tidak serius dalam memahami data dan aturan operasional di lapangan.

Dengan nada tinggi dan intimidatif, ia menuding para peserta tidak profesional. “Kamu biasa seperti ini? Data sudah ditampilkan, tidak bisa baca? Kalau mending dapur kalian bagus, kalau mending kamu bisa baca juknis. Datanya ‘g*blok’ semua kalian!” ucapnya lantang, sebagaimana terlihat dalam unggahan Instagram Banten Pos.

Tantang Debat dan Sentil Latar Belakang Pendidikan

Suasana forum dilaporkan membeku saat pria tersebut menantang peserta untuk berdebat langsung mengenai aturan teknis. Ia bahkan mengancam akan keluar dari ruangan jika ada satu saja peserta yang mampu menjawab pertanyaannya dengan benar.

Tak berhenti di situ, pria tersebut juga menyentil latar belakang pendidikan para peserta yang berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) di bidang ketahanan pangan dan gizi. Ia menganggap gelar akademik mereka tidak sejalan dengan realita profesionalisme yang ia temukan di lapangan.

“Malam saya datang tidak ada yang bisa menjelaskan juknis. Ngapain jadi kepala SPPG? Saya tunjuk satu orang, kalau bisa jawab saya yang keluar dari sini,” tegasnya di hadapan ruangan yang sunyi senyap.

Soroti Fasilitas Dapur yang Tak Sesuai Standar

Selain masalah administrasi, pria ini juga meledak saat membahas aspek teknis di ruang pemorsian makanan. Ia mengkritik keras temuan lapangan mengenai standar suhu dan fasilitas fisik dapur yang dinilai jauh dari kata layak.

“Bagaimana kamu tahu suhu yang harus dipertahankan di ruang pemorsian? Tempat yang saya datangi, tidak ada satu pun yang punya pintu! Berarti bohong?” cecarnya kembali dengan nada tajam.

Sorotan Etika Komunikasi Pejabat Publik

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mengenai identitas pegawai tersebut maupun klarifikasi atas insiden tersebut.

Meski evaluasi kualitas program dinilai sangat krusial, cara penyampaian yang kasar dan penggunaan kata-kata tidak pantas dalam forum resmi dinilai publik sebagai preseden buruk bagi etika komunikasi aparatur negara, yang seharusnya mengedepankan semangat koordinasi ketimbang intimidasi.