
JAKARTA  – Suasana di Mapolsek Metro Menteng mendadak tegang pada Minggu (26/7/2026) malam. Puluhan orang yang mengaku sebagai rekan dan keluarga korban bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, mendatangi kantor polisi secara beramai-ramai guna mendesak kepolisian bergerak cepat menangkap seluruh pelaku penganiayaan.
Aksi penggerudukan tersebut dipicu oleh insiden bentrokan berdarah di Jalan Tambak yang merenggut satu korban jiwa (meninggal dunia) serta menyebabkan satu korban lainnya kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Sempat Goyang Pagar dan Terobos Halaman Polsek
Kedatangan massa dalam jumlah besar tersebut sempat memicu ketegangan di depan markas kepolisian. Lantaran terdorong emosi dan menuntut kepastian hukum, sejumlah orang dalam kerumunan berusaha menerobos masuk dengan menggoyang pagar besi Mapolsek Metro Menteng hingga beberapa di antaranya berhasil melangkah ke area halaman dalam.
Situasi panas tersebut akhirnya berhasil diredam dan kembali kondusif setelah jajaran Polsek Metro Menteng mengajak perwakilan massa untuk masuk ke ruang audiensi guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
+------------------------------------------------------------------------+
| Poin Tuntutan Massa Audiensi |
+------------------------------------------------------------------------+
| 1. Penangkapan segera terhadap seluruh terduga pelaku penganiayaan. |
| 2. Menindak para pelaku yang sudah jelas teridentifikasi via video viral.|
| 3. Penegakan hukum secara adil dan transparan tanpa ada pembiaran. |
+------------------------------------------------------------------------+
Sekretaris Jenderal Persaudaraan Timur Indonesia Raya, Nefton Alfares Kapitan, yang hadir mendampingi pihak keluarga menegaskan bahwa wajah dan keterlibatan para pelaku sejatinya telah benderang terekam dalam bukti rekaman video yang beredar di masyarakat.
“Permintaan kami sangat jelas, semua pihak yang sudah teridentifikasi dalam rekaman video tersebut harus segera ditangkap. Mereka diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan dua saudara kami menjadi korban. Kami meminta hukum benar-benar ditegakkan dan tidak boleh ada kesan pembiaran,” tegas Nefton kepada awak media.
Polsek Menteng Diback-up Polres dan Polda Metro Jaya
Menanggapi desakan massa, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu memastikan bahwa proses penyelidikan dan penindakan kasus penganiayaan berat tersebut tengah berjalan secara intensif.
Ia meminta seluruh keluarga korban dan masyarakat untuk menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau semua pihak untuk bersabar dan menahan diri agar situasi Kamtibmas tetap kondusif. Penanganan perkara ini tidak hanya dilakukan oleh tingkat Polsek, melainkan dibantu penuh (di-back-up) oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya karena sudah menjadi perhatian khusus,” tandas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.














Komentar