
JAKARTA – Kasus pencurian ponsel di wahana photobox pusat perbelanjaan Green Pramuka Square yang menimpa korban Berlin Arlisa kini memasuki babak baru. Melalui pembaruan di akun media sosialnya, korban membagikan temuan mengejutkan mengenai rekam jejak digital dua pelaku wanita yang terekam kamera pengawas (CCTV) tersebut. Kedua pelaku diduga kuat merupakan bagian dari komplotan spesialis kriminal jalanan yang kerap beraksi di wilayah ibu kota.
Jejak Kriminal: Eks Copet Konser dan Pengutil Toko
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun korban dari laporan warganet, kedua wanita tersebut bukan merupakan orang baru dalam dunia kejahatan:
-
Pelaku Pertama: Pernah viral pada tahun 2022 setelah tertangkap basah mencopet dalam sebuah acara konser musik. Namun, saat itu ia dibebaskan setelah korban sepakat menempuh jalur damai.
-
Pelaku Kedua: Diketahui telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) sebuah toko ritel (Naiso) di kawasan Johar Baru akibat kedapatan sering mengutil barang dagangan.
Modus Pengurasan Saldo Lewat QRIS Judi Online
Kerugian materiil korban yang mencapai Rp25 juta diketahui berasal dari saldo rekening dan dompet digital (e-wallet) yang dikuras oleh pelaku. Berlin mengungkapkan alasan mengapa transaksi ilegal tersebut sangat sulit dilacak secara digital oleh pihak otoritas.
“Pas dilacak, itu sebenarnya pembayarannya melalui QRIS. Dan diduga tujuannya adalah aplikasi-aplikasi judi online (judol). Jadi susah banget di-tracking-nya,” ungkap Berlin dalam unggahan videonya.
Saat ini, kedua pelaku ditengarai telah melarikan diri dari kediaman mereka dan berpindah-pindah tempat tinggal, termasuk menyewa sejumlah kamar hotel dengan memanfaatkan uang hasil kejahatan tersebut.
Pelaku Panik WhatsApp Korban Diamankan
Upaya pelaku untuk meretas dan menyalahgunakan jaringan relasi korban sempat membentur dinding. Sesaat setelah menyadari ponselnya raib, Berlin bergerak cepat mengamankan akses WhatsApp miliknya melalui perangkat laptop dan langsung mengunggah status peringatan darurat.

Langkah cepat ini diduga membuat pelaku panik. Mengetahui aksi korban, pelaku langsung menghapus akun (delete account) WhatsApp tersebut guna memutus akses dan secara otomatis keluar dari seluruh grup percakapan.
Tutup Pintu Damai, Korban Desak Polda Metro Jaya
Mengingat iktikad baik yang sempat diberikan sebelumnya diabaikan, Berlin menegaskan bahwa kini dirinya menutup rapat-rapat pintu perdamaian dengan para pelaku.
Ia meminta bantuan penuh dari jajaran Kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, serta meminta dukungan kekuatan media (the power of media) di Indonesia agar pergerakan pelaku dapat dipersempit dan kasus ini diusut tuntas hingga penangkapan dilakukan. (RED/JKT)








Tinggalkan Balasan