
PANDEGLANG – Sebuah gang di Kampung Kaduheleut, Desa Cening, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, mendadak viral di media sosial setelah akses jalan tersebut dipasang pagar kawat berduri oleh pemilik lahan. Penutupan jalan yang telah berlangsung selama dua hari terakhir ini memicu kelumpuhan aktivitas warga karena gang tersebut merupakan jalur penting menuju permukiman warga hingga area belakang kampung.
Kondisi ini memaksa warga untuk memilih antara memutar jalan melalui jalur alternatif yang lebih jauh atau nekat menerobos pagar kawat yang membahayakan keselamatan.
Siswa SD Menjadi Korban
Dampak penutupan jalan ini sangat dirasakan oleh para pelajar, khususnya santri dan anak-anak sekolah yang biasa melintas setiap hari. Seorang siswi SDN Cening 1 terekam dalam video sedang menangis setelah mengalami luka akibat tergores kawat saat berusaha berangkat sekolah.
-
Kondisi Fisik: Siswi tersebut mengaku pakaiannya sering tersangkut dan kulitnya tergores kawat berduri saat terpaksa menerobos pagar.
-
Harapan Korban: Dengan nada sedih, siswi tersebut memohon agar pagar segera dibuka kembali agar dirinya bisa bersekolah dengan aman.
-
Reaksi Publik: Ucapan polos siswi yang terluka ini memicu gelombang keprihatinan dari netizen dan warga sekitar yang menilai tindakan pemagaran tersebut sangat membahayakan anak-anak serta lansia.
Klarifikasi Pemilik Lahan
Di sisi lain, pemilik lahan yang diidentifikasi bernama Herni menyatakan bahwa pemasangan pagar dilakukan secara sadar di atas tanah miliknya sendiri.
-
Pemberitahuan: Herni mengklaim telah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga sebelum melakukan pemagaran akses jalan.
-
Saran Alternatif: Menurutnya, warga seharusnya bisa memaklumi dan menggunakan jalur lain yang tersedia meskipun jaraknya lebih jauh.
Tuntutan Solusi Warga
Warga menilai akses gang tersebut sudah digunakan sebagai jalur vital sejak lama, sehingga penutupan secara sepihak dianggap mencederai kepentingan umum. Masyarakat berharap ada mediasi antara pemilik lahan dan pihak terkait guna menemukan solusi terbaik agar akses jalan tetap aman tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di lingkungan desa. (RED/PDG)








Tinggalkan Balasan