
TANGERANG SELATAN – Klaim Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang seolah mendapat angin segar dengan mengirimkan sampah ke TPAS Cileungsi, Bogor, nyatanya hanya menjadi solusi semu. Di lapangan, persoalan sampah justru jauh dari kata selesai. Tumpukan sampah liar baru kini kembali bermunculan, menjadi bukti nyata gagapnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menuntaskan persoalan mendasar warganya.
Alih-alih menyelesaikan masalah dari hulu, kebijakan Pemkot Tangsel terkesan reaktif dan hanya memindahkan masalah ke daerah lain. Keberadaan tumpukan sampah baru yang terus menjamur di berbagai sudut kota menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di tingkat lokal.
Kerja sama pembuangan sampah ke Cileungsi yang digadang-gadang sebagai jalan keluar, kini tampak tak lebih dari sekadar “obat penenang” sementara.
Publik pun mempertanyakan kinerja dinas terkait: Apakah strategi penanganan sampah hanya sebatas memindahkan tumpukan tanpa adanya edukasi masif dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan di dalam kota sendiri?
Kota bertajuk “Cerdas, Modern, dan Religius” ini seolah kehilangan wajahnya ketika dihadapkan pada realita gunungan sampah yang tak kunjung teratasi.









Tinggalkan Balasan