oleh

Anggaran Umrah Setda Kota Tangerang Melonjak Jadi Rp523,5 Juta untuk 15 Orang, DPRD Soroti Akuntabilitas

banner 468x60

TANGERANG – Lonjakan anggaran perjalanan ibadah umrah di lingkungan Sekretariat Daerah Setda Kota Tangerang memantik sorotan DPRD.

Pemerintah Kota Pemkot Tangerang mengalokasikan Rp523,5 juta untuk 15 orang penerima manfaat dalam APBD Murni 2026.

banner 336x280

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo menegaskan, pihaknya akan memperkuat pengawasan untuk memastikan penggunaan uang rakyat berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan daerah.

Data Rencana Umum Pengadaan RUP Setda Kota Tangerang mencatat paket perjalanan ibadah umrah 2026 menggunakan APBD dengan pagu Rp523.500.000. Setda menjadwalkan pengadaan melalui metode E-Purchasing pada Mei 2026, dengan pelaksanaan program pada Juni hingga Desember 2026.

Paket tersebut mencakup hotel setara bintang tiga, akomodasi, transportasi, perlengkapan umrah, serta bimbingan bagi peserta.

Baca Juga  Sinergi Pemprov dan Pemkot: 30 Ton Sampah Diangkat dari Kali Ledug demi Tekan Risiko Banjir

Anggaran itu melonjak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp300 jutaan dengan kuota 10 orang. Artinya ada kenaikan hampir 75 persen dari anggaran sebelumnya.

Meski DPRD mengakui program tersebut sudah masuk dalam APBD Murni 2026, Arief meminta dewan tidak berhenti pada aspek administratif.

“Secara proses ini sudah mengikuti aturan yang berlaku. Namun, terkait wacana akuntabilitas dalam perspektif publik, kami dalam kapasitas fungsi pengawasan akan melakukan pendalaman lebih lanjut,” ujar Arief, Kamis 3/9/2026.

Menurut Arief, DPRD akan menguji sejumlah aspek, mulai dari kejelasan aturan, kesesuaian pelaksanaan, hingga urgensi program. Dewan juga ingin melihat dampaknya terhadap kepentingan masyarakat di tengah kebutuhan pembangunan daerah yang masih beragam.

“Poin yang perlu dilakukan pendalaman adalah memastikan ketentuannya jelas, dan pelaksanaan sesuai ketentuan yang sudah dijadikan acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Viral Patung Macan Putih di Kediri: Bermuka Lucu Mirip Kuda Nil, Jadi Buruan Selfie Wisatawan

Arief menegaskan, DPRD juga membuka kemungkinan memanggil pejabat Setda, termasuk Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman, untuk meminta penjelasan langsung mengenai program tersebut.

Menurutnya, DPRD membutuhkan informasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum mengambil sikap, termasuk jika hasil pendalaman menemukan persoalan yang perlu dikoreksi.

“Kemungkinan kita buka. Karena buat kami, fungsi pengawasan ini memerlukan basis informasi yang valid, lengkap, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika memang kita merasa bahwa dengan pemanggilan itu kita bisa mendapatkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sehingga kita memiliki bahan yang memadai untuk melakukan fungsi pengawasan tadi, termasuk koreksi jika memang diperlukan,” pungkas Arief.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *