KEDIRI – Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial. Bukannya terlihat garang, wujud patung ini justru memancing tawa netizen karena dinilai memiliki raut wajah lucu yang menyerupai kuda nil hingga zebra.

Keunikan bentuk patung tersebut justru membawa berkah tersendiri bagi warga setempat. Sejak foto-fotonya tersebar luas, lokasi patung ini kini bertransformasi menjadi objek wisata dadakan yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berswafoto (selfie).

Disebut Mirip Kuda Nil dan Zebra

Viralnya patung ini bermula dari unggahan warganet yang menyoroti proporsi wajah sang macan. Beragam reaksi kocak pun membanjiri kolom komentar.

“Perpaduan antara kuda nil dan zebra. Jadinya macan putih,” tulis salah satu netizen. Beberapa warganet lain bahkan secara sarkas mempertanyakan apakah ini merupakan wujud spesies baru hasil “kawin silang”.

Meski memicu perdebatan mengenai estetika seni, daya tarik patung ini tidak terbantahkan. Wisatawan dari luar kota, seperti Surabaya, bahkan rela menempuh perjalanan jauh demi melihat langsung “macan gemoy” tersebut.

“Sengaja datang karena penasaran ingin lihat langsung patung macan putih yang viral itu,” ujar Feracrus, seorang pengunjung yang menempuh perjalanan tiga jam dengan sepeda motor.

Filosofi Legenda Lokal

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menjelaskan bahwa pembangunan patung tersebut tidak sembarangan. Patung macan putih ini dibangun sebagai simbol penghormatan terhadap legenda lokal.

Masyarakat setempat mempercayai macan putih sebagai sosok danyang atau roh penjaga Desa Balongjeruk yang telah melegenda secara turun-temurun. Safi’i menanggapi santai kritik netizen terkait bentuk patung yang dianggap kurang proporsional.

“Semua kritik dan saran kami terima dengan tangan terbuka. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami. Ke depannya, patung ini akan kami perbaiki agar lebih bagus dan lebih aman bagi pengunjung,” ungkap Safi’i.

Dampak Ekonomi bagi Desa

Selain menjadi hiburan, fenomena ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Pemerintah desa mulai melihat potensi peningkatan kunjungan wisatawan dan berencana menata ulang area tersebut agar lebih representatif bagi pelaku UMKM.

Rencananya, lokasi di sekitar patung akan dipercantik dan dijadikan ikon wisata desa yang lebih terorganisir. Saat ini, pihak desa juga mulai mempertimbangkan aspek keamanan mengingat tingginya antusiasme warga yang ingin berfoto di dekat patung tersebut.